105 Tahun Kebangkitan Nasional, rakyat Indonesia masih merana

    Reporter : Ramadhian Fadillah | Senin, 20 Mei 2013 10:35

    105 Tahun Kebangkitan Nasional, rakyat Indonesia masih merana
    cium bendera merah putih. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

    Merdeka.com - 20 Mei 1908, diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional, sebuah fajar munculnya kesadaran untuk bangkit melawan penjajahan.

    Pada 105 tahun lalu, kaum pemuda terpelajar memimpin kepeloporan pentingnya berorganisasi dan berhimpun melawan kolonialisme.

    Semangat itu hingga kini masih sangat relevan. Walaupun secara formal Indonesia sudah merdeka, namun penjajahan dalam bentuk lain masih terus berlangsung.

    "Kita belum merdeka dari kemiskinan, kebodohan dan korupsi. Kita juga belum punya kedaulatan energi dan pangan," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Senin (20/5).

    Menurut Fadli, kekayaan alam belum dinikmati rakyat. Negeri kaya, rakyat masih miskin. Sekitar 74 persen kegiatan usaha hulu minyak masih dikuasai perusahaan asing. Perusahaan nasional hanya 22 persen saja, sisanya konsorsium asing dan lokal.

    "Sektor pangan kita juga menyedihkan. Impor pangan tinggi. Kedelai 73 persen masih impor. Begitupun susu, 80 persen masih impor. Impor daging masih 30 persen. Lonjakan harga pangan beberapa waktu lalu pun imbas dari tingginya tingkat ketergantungan pangan kita pada produksi luar," kritik Fadli.

    Fadli menilai semua ini terjadi, antara lain minimnya rasa nasionalisme para pemimpin negeri. Minimnya kesadaran nasional untuk menjaga kepentingan nasional. Akhirnya melahirkan komprador pemburu rente yang bekerja untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok. Korupsi terus merajalela di semua lini.

    Soekarno pernah mengungkapkan, siapa kuasai energi dialah pemenang, sebab gerak yang dibutuhkan dunia ini bergantung pada energi.

    "Hari ini menjadi ingatan yang tepat bagi kita semua sebagai bangsa untuk kembali membangkitkan rasa nasionalisme, lalu bergerak merebut kedaulatan energi dan pangan kita. Juga momen bangkit melawan korupsi, musuh bangsa, musuh kesejahteraan rakyat," tegasnya.

    [bal]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Jangan meludah di kota ini jika tak mau didenda ratusan ribu
  • Ojek Pangkalan akui keributan dengan GrabBike karena ada provokasi
  • Klaim punya banyak stok, PKB sebar 1.000 kiai perangi radikalisme
  • Minta maaf, sopir GrabBike ganti rugi kerusakan di Stasiun Cawang
  • Kemenperin pastikan tak ada perusahaan hengkang dari Indonesia
  • Tak sungkan, Blac Chyna topless di depan Rob Kardashian
  • Hasil Mukernas PKB, dari tolak LGBT hingga kirim 1.000 Kiai
  • Error 53! Update iOS 9 buat iPhone tak pakai suku cadang asli mati
  • Soal Cagub DKI dari Gerindra, Prabowo bilang rakyat yang beri restu
  • Alasan anak Kapolri pilih farmasi dibanding jadi polisi
  • SHOW MORE