Merdeka.com tersedia di Google Play

{HEADERPAGE} {LEADERBOARD-BANNER}

'Dana saksi parpol melanggar undang-undang'

Reporter : Putri Artika R | Senin, 3 Februari 2014 14:03




'Dana saksi parpol melanggar undang-undang'
Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dana saksi partai politik dinilai melanggar UU APBN 2014. Dana itu dianggap tidak memiliki leading sector yang jelas dan tidak bertuan.

"Dari prosedur saja, dugaan kuat kami bahwa dana saksi untuk parpol jelas melanggar mekanisme penyusunan APBN baik UU No 1 Tahun 2004 atau UU Keuangan Negara No. 17 Tahun 2003. Di situ dana anggaran saksi parpol tidak adanya tidak diakui sebagai leading sector. Jelas dana yang tak bertuan sebenarnya," jelas anggota Koalisi Untuk Akuntabilitas Keuangan Negara, Roy Salam di KPK, Jakarta, Senin (3/2).

Roy mengatakan dari sisi anggaran, alokasi anggaran juga bukan menjadi tugas pokok dan fungsi Banwaslu. Menurutnya, Banwaslu berfungsi hanya melakukan pengawasan bukan pendanaan partai.

"Parpol bukan organ dalam Banwaslu. Jadi tidak tepat Banwaslu mendanai kelembagaan yang bukan di bawah mereka. Jelas kita melihat bahwa anggaran ini dipaksakan," ujar Roy.

Ide dana saksi parpol ini dinilai juga sarat muatan motif politik. Dana sebesar Rp 658,029 miliar itu menjadi beban APBN dan dapat menjadi preseden yang buruk kalau tidak jelas siapa yang mengusulkan pertama kali.


"Dan alokasi anggaran yang tidak sedikit Rp 658 miliar jelas alokasi ini menjadi beban APBN dan akan menjadi preseden buruk kalau ada alokasi yang dari sisi perencanaan tidak jelas siapa yang inisiatif penggagas anggaran kemudian dilegalkan," ujar Roy.

Baca juga:
Rawan penyelewengan, KPK diminta ikut awasi dana saksi parpol
KPK khawatir dana saksi partai dikorupsi
Tuntut Airin mundur, aktivis bawa obat kuat raksasa untuk KPK
KPK siap jerat 8 kepala daerah terkait kasus suap MK
KPK bantah penangkapan Anggoro buat alihkan isu Ibas

[tyo]

KUMPULAN BERITA
# KPK

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


MOST POPULAR

Back to the top
{SHOWCASE1-BANNER} {SHOWCASE2-BANNER} {MARCOMM1-BANNER} LATEST UPDATE