Merdeka.com tersedia di Google Play


Bawaslu selidiki pelanggaran pidana 17 TPS 'siluman' di Sampang

Reporter : Moch. Andriansyah | Rabu, 16 April 2014 16:35




Bawaslu selidiki pelanggaran pidana 17 TPS 'siluman' di Sampang
Coblosan di TPS 53. ©2014 merdeka.com/djoko poerwanto

Merdeka.com - Meski hanya menetapkan pelanggaran administratif kepada 17 tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, dan harus dilaksanakan pemungutan suara ulang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur mengaku masih terus melakukan penyelidikan.

Penyelidikan itu, berkaitan dengan indikasi pelanggaran tindak pidana pada penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Sebab, dari data-data yang dikumpulkan pihak Baslu Jawa Timur, mencium adanya indikasi jual beli suara di Desa Bira.

Sayang, bukti-bukti itu belum terlalu kuat untuk menjerat si pelaku. Bahkan, Bawaslu Jawa Timur sendiri belum mengetahui siapa-siapa yang terlibat dalam kejanggalan proses pemungutan suara di 17 TPS siluman di Desa Bira Barat tersebut.

"Sampai saat ini, pelanggaran penyelenggaraan Pemilu di Desa Bira Barat itu masih masuk dalam aspek administratif. Sesuai pleno yang kami gelar hingga dini hari tadi, kita hanya menemukan pelanggaran administratif saja, sehingga Bawaslu merekomendasi pemungutan ulang di desa setempat," terang Ketua Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Timur, Andreas Pardede, Rabu (16/4).

Untuk masuk ke ranah pidana, dikatakan Andreas, pihaknya masih perlu mengumpulkan data-data lebih banyak lagi. Sebab, selama melakukan penyelidikan di lokasi, pihaknya hanya menemukan indikasi mengarahkan pemilih untuk menyoblos salah satu Caleg tertentu.

"Kita belum mengetahui siapa-siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini. Kita juga belum mengetahui siapa-siapa personel KPU setempat, apakah ada pelanggaran kode etik dalam hal ini? Memang ada indikasi kalau masalah ini memang ada yang bertanggung jawab, kita masih mengumpulkan bukti-bukti," tandas Andrea.

Seperti diketahui, 17 TPS di Desa Bira Barat, yang dua di antaranya, yaitu TPS 8 dan 10, didirikan di musala desa setempat, yang pemilihnya datang melalui pintu belakang, melalui jalur laut. "Sebab, musala tersebut berada di pinggir pantai. Pemilih datang melalui laut, bukan lewat pintu depan," terang Ketua Divisi Penegakan dan Advokasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, Sri Sugeng Pujiatmiko.

Sementara di TPS-TPS yang lain, yaitu TPS 1 hingga 17, kecuali TPS 8 dan 10, jumlah DPT-nya 100 persen mengarah pada nama salah satu Caleg, dengan jumlah yang sama. "Di TPS 1 misalnya, ada 207 pemilih. Jumlah ini sesuai dengan jumlah suara milik salah satu Caleg, dan semua sah. Suara partai dan caleg lain kosong. Ini kan nggak mungkin, pasti ada satu yang tidak sah, atau mengarah ke Caleg lain," keluh Sri Sugeng.

Kondisi di TPS 1 itu, juga terjadi di TPS-TPS lain di Desa Bira Barat. "Waktu investigasi ke Sampang, saya mendapat jatah di TPS 14, di sana ada pemilih yang buta huruf, tapi suaranya jadi satu dengan suara yang lain, mengarah ke salah satu caleg. 100 persen suara berkumpul ke nama salah satu caleg, ini juga terjadi di TPS-TPS lain," katanya.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Bawaslu# Pemilu 2014

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


MOST POPULAR

Back to the top
LATEST UPDATE