Pembatasan BBM abaikan teknologi RFID?

    Sumber : | Kamis, 19 April 2012 14:16




    Pembatasan BBM abaikan teknologi RFID?
    Ilustrasi

    Merdeka.com - Pemerintah, seperti dikabarkan, pada akhirnya memutuskan untuk menggunakan skema pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berdasarkan kapasitas mesin mobil. Publik lantas berdebat mengenai apakah mobilnya, yang mungkin dikategorikan mini-MPV seperti Avanza, Xenia dan sejenisnya atau city car hatchback, akan terkendala dampak pembatasan tersebut.

    Namun seakan tertutupi, keputusan pemerintah tersebut pada akhirnya mengabaikan teknologi radio frequency identification (RFID) yang awalnya diimpikan akan menjadi perangkat solid dalam pembatasan BBM.

    Sebagai informasi, RFID adalah perangkat bersistem nirkabel yang menggunakan frekuensi radio medan elektromagnetik untuk mentransfer data dari tag yang melekat pada sebuah obyek untuk tujuan identifikasi otomatis dan pelacakan.

    Sejumlah tag tidak memerlukan baterai dan didukung oleh medan elektromagnetik yang digunakan untuk membacanya. Tag itu sendiri berisi informasi yang disimpan secara elektronik yang dapat dibaca dari hingga beberapa meter jauhnya. Berbeda barcode, tag tidak harus berada dalam garis pandang pembaca dan bisa ditanam di obyek yang dilacak, dalam hal ini badan mobil.

    Uji coba RFID sendiri sudah dilakukan sejak Agustus 2011 dan sebenarnya memiliki hasil yang cukup baik. Tidak dipungkiri bahwa pengadaannya pun memakan biaya. Penggunaan RFID menghasilkan data yang lebih rinci dalam hal penggunaan bahan bakar.

    Perangkat RFID Tag kala itu dipasangkan sebagai uji coba terhadap angkutan kota di Jakarta, mikrolet M-01, termasuk memasang reader untuk sebuah SPBU Nomor 3413102 di Jalan Matraman Raya. Akan tetapi, pemerintah kemudian menyatakan akan menyerahkan kelanjutan penggunaan RFID kepada BPH Migas.

    "Pengawasan itu di BPH migas. Kalau dari sisi saya sediakan anggaran untuk BPH Migas," kata Evita kala itu.

    Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Evita Legowo ketika di Kementerian ESDM mengatakan bahwa penerapan RFID membutuhkan waktu yang lama. "RFID butuh 6 bulan. Pengadaannya sendiri 3 bulan, dan 3 bulan sisanya untuk uji coba," ungkapnya.

    Sementara itu, pembatasan BBM bersubsidi berdasarkan cc mesin mobil diperkirakan bisa berjalan 2 bulan setelah aturan ditetapkan. Lalu, apakah program baru ini juga akan bernasib sama alias terabaikan? (kpl/why/bun)


    {prev_next_news}


    Komentar Anda


    Smart people share this
    Back to the top


    Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
    TOP 10 NEWS
    LATEST UPDATE
  • Mirip singa, T-Rex ternyata lebih menakutkan dalam kawanan
  • 6 Cerita open house JK berujung petaka
  • Gang Dolly ditutup, prostitusi terselubung berdenyut
  • Polda Papua tambah pasukan buru penembak polisi
  • Tersesat dan kelaparan, macan tutul ditangkap warga
  • Jika jadi menkes, Ribka akan ubah RS liberal jadi sosial
  • 5 Transfer di detik-detik terakhir paling sukses Premier League
  • Keluarga China biarkan balitanya buang hajat di kursi pesawat
  • 9 Game jadul yang populer di tahun 90-an
  • Belajar jadi oposisi, Golkar contek PDI Perjuangan
  • SHOW MORE