Mobkas kebanjiran, diperbaiki rugi-dijual rugi?

    Sumber : | Minggu, 27 Januari 2013 09:56

    Mobkas kebanjiran, diperbaiki rugi-dijual rugi?
    Salah satu mobil yang berhasil dievakuasi di basement Plaza OUB, Jakarta (merdeka)

    Merdeka.com - Dampak yang ditimbulkan dari bencana banjir akan berefek 'domino', pasti akan banyak aspek yang juga terpengaruh. Salah satunya adalah maraknya penjualan mobil bekas (mobkas) kebanjiran. Salah satu sisi akan banyak menimbulkan kerugian besar.

    Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi mobil yang terendam banjir memiliki resiko finansial yang tidak sedikit bagi pemiliknya. 'Bagaikan makan buah simalakama', peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kondisi tersebut.

    Pasalnya pemilik berada diantara dua pilihan berat, salah satu sisi perbaikan total yang memakan banyak biaya, sedangkan di sisi lainnya harga jualnya (mobkas kebanjiran) akan sangat turun drastis (di bawah jauh pasaran normal).

    Namun perlu dicatat bahwa berdasarkan pengalaman orang (korban banjir), mobkas kebanjiran kemungkinan besar pasti akan dijual daripada pilihan untuk diperbaiki. Hal tersebut sedikit meringankan beban korban banjir (pemilik mobkas kebanjiran).

    Efek 'domino' tidak berhenti sampai disitu saja, bukan berarti berakhir sampai disitu resiko yang ditimbulkan. Para konsumen mobkas dan para penjual mobkas juga langsung merasa dirugikan dengan beberapa isu bahkan fakta tentang banyaknya mobkas kebanjiran yang beredar.

    Bagi para calon konsumen mobkas pastinya dituntut untuk lebih cermat dalam mengenali calon mobkasnya, apakah mobkas kebanjiran atau tidak. Pasalnya dengan budget yang efisien, akan lebih merepotkan lagi jika kondisi mobkasnya memaksa pengeluaran biaya perbaikan yang banyak lagi.

    Sedangkan bagi para penjual mobkas juga akan menghadapi resiko yang serupa. Contoh kasus, jika mobkas kebanjiran banyak beredar dengan harga dibawah harga normal, maka akan merusak sistem harga mobkas keseluruhan yang ada. Tingkat kepercayaan calon konsumen atau bahkan konsumen tetap akan berkurang. Tentu saja hal tersebut akan berdampak langsung pada kuantitas penjualan mobkas tersebut.

    (kpl/abe)



    Sumber: Otosia.com
    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    Be Smart, Read More
    Back to the top
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Menko Maritim sebut 9 Maret 2016 ada gerhana matahari total
  • 'INSIDE OUT' punya backsound seseram 'INCEPTION', apa jadinya?
  • Pasca umrah, Nikita Mirzani ingin kenakan hijab
  • Gelombang El Nino menguat, curah hujan di Jateng Selatan kekeringan
  • Bus berisi puluhan penumpang tabrak pikap di Jembrana hingga ringsek
  • Suryadharma Ali dukung kader PPP nyapim KPK
  • Anak puasa, Ussy Sulistyawati tak berikan hadiah
  • Nyeri pinggang, awal dari munculnya penyakit berbahaya
  • Berkemeja batik dan peci hitam, Jokowi-JK buka bersama di Mabes TNI
  • Cinlok, Chris Evans dan Elizabeth Olsen pacaran?
  • SHOW MORE