Michelin perluas jaringan pemasaran ban motor

Sumber : | Jumat, 29 Maret 2013 15:21




Michelin perluas jaringan pemasaran ban motor
Ilustrasi: Ban Michelin perkuat produk untuk motor

Merdeka.com - PT Michelin Indonesia (PTMI) memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan keamanan dan keselamatan pengendara motor Indonesia. Untuk itu, PTMI kini terus memperluas jaringan pemasaran ban roda dua di Indonesia, sehingga akan memudahkan konsumen mendapatkan produk-produk pilihan dunia dari Michelin.

"Ban merupakan unsur terpenting dalam berkendara di jalan raya. Dengan menggunakan ban berkualitas tinggi tentunya keamanan dan keselamatan pengendara juga akan meningkat," jelas Head of Sales & Marketing Motorcycle Product Line PT Michelin Indonesia, Bayu Surya Pamugar Sugeng belum lama berselang di Jakarta.

Menurut Bayu, jaringan ban roda dua Michelin telah hadir di berbagai kota di Indonesia. Saat ini, PTMI sudah bekerjasama dengan dealer-dealer besar yang memiliki jaringan toko di pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan.

Bayu berkeyakinan, produk-produk ban Michelin akan diterima oleh konsumen dengan baik. Salah satu kelebihan dari produk ban motor Michelin adalah struktur grip yang optimal. Dengan grip tersebut, produk ban motor Michelin memiliki tiga aspek utama yang dibutuhkan pengendara yaitu safety, longevity dan fun to drive.

"Dengan struktur grip yang optimal, pengalaman berkendara dengan ban Michelin menjadi aman, nyaman dan menyenangkan," ungkapnya.

Michelin menawarkan produk ban untuk berbagai segmen kendaraan, seperti ban untuk motor matic, bebek, sport dan ban cross. Ukuran yang disediakan mulai dari 14 inchi hingga 21 inchi dengan lebar 50/100 sampai 190/50. Ban Michelin tersebut ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif mulai dari Rp 100 ribuan hingga Rp 1 jutaan per unit.

Bayu menjelaskan, mayoritas produk ban roda dua yang dipasarkan Michelin di Indonesia merupakan ban tubeless. Ban jenis ini selain praktis, penggunaannya juga lebih stabil. "Konsumen tidak perlu khawatir ban motornya akan langsung kempes bila terkena paku. Makanya, penggunaan ban tubeles di Jakarta meningkat sangat cepat," jelasnya.

Sebagai perusahaan ban yang sudah terkenal di dunia, Michelin optimis produk ban roda akan mendapat sambutan positif dari para pengendara motor di Indonesia. Apalagi jumlah pengguna motor di Indonesia terus meningkat.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat, selama periode 2007-2012 jumlah kendaraan roda dua bertambah sebanyak 34,6 juta unit. Artinya, setiap tahun tingkat pertumbuhan kendaraan roda dua rata-rata sekitar 7 juta unit.

"Populasi motor di Indonesia sangat besar. Untuk itu, Michelin ingin menjadi bagian dalam kampanye keselamatan berkendara dengan menghadirkan produk-produk yang memberikan rasa aman dengan harga terjangkau," pungkas Bayu.

(kpl/nzr/abe)



Sumber: Otosia.com
KUMPULAN BERITA
# Michelin

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Koalisi Jokowi buat paripurna tandingan, elite partai menghilang
  • Curhat di FB karena suami dimutasi, ibu rumah tangga dipolisikan
  • [FOTO] Yuk intip Elsa 'FROZEN' dan Pangeran Ala Super Junior
  • Jokowi soal DPR tandingan: Lebih baik kita bersatu
  • Ibunda Arsad: Mohon Bapak Presiden anak saya dipulangkan
  • Dalam 5 tahun Menteri Susi cabut subsidi BBM industri perikanan
  • Alonso masih jadikan Ferrari prioritas utama
  • Fadli Zon: Saya setiap hari di-bully enggak lapor tuh
  • FKA Twigs akui hubungannya dengan Robert Pattinson?
  • Majukan industri berbasis budaya, Indonesia bisa contek Malaysia
  • SHOW MORE