Merdeka.com tersedia di Google Play

Sedjarah Djakarta (4)

Tiga pohon duren di Duren Tiga

Reporter : Islahudin | Senin, 25 Juni 2012 13:36


Tiga pohon duren di Duren Tiga
Empat orang asyik makan duren. (ilustrasi/forumbettor.com)

Merdeka.com - Meski namanya Duren Tiga, bukan berarti nama kelurahan di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, itu terdapat banyak pohon duren. Bahkan, saat melewati kawasan itu juga tidak bakalan mencium aroma menyengat buah duren

Itulah keadaan kampung berbatasan langsung dengan Kelurahan Tegal Parang dan Kalibata itu. Menurut Alwi Shahab, wartawan senior yang banyak menulis seputar sejarah Jakarta, nama-nama tempat di Jakarta banyak ditentukan oleh kondisi tempat, legenda, kejadian bersejarah.

Nama tempat di Jakarta, diambil hal penting dari kondisi saat itu, pasti memiliki ciri atau kondisi wilayah itu, kata Alwi saat dihubungi merdeka.com.

Mengenai mula kemunculan Duren Tiga, Rachmat Ruchiat, penulis buku Asal Usul Nama Tempat di Jakarta, mengatakan Duren Tiga adalah kampung yang muncul setelah Batavia berkembang. Perkembangan wilayah yang merembet dari utara ke selatan. Dari Pelabuhan Sunda Kelapa ke daerah belum terjamah.

Rachmat tidak memasukkan Duren Tiga di dalam bukunya karena tidak ada bukti tertulis mengenai sejarah kampung itu. Meski begitu, ia pernah mendengar nama Duren Tiga bermula dari banyaknya pohon duren di wilayah itu. Ada tiga pohon duren ukurannya sangat besar, tidak umum dengan pohon duren lainnya, ujar Rachmat kepada merdeka.com, Jumat pekan lalu.

Kendati belum ada bukti tertulis, menurut Rachmat, bukan berarti membatalkan cerita-cerita berkembang di masyarakat tentang muasal Duren Tiga. Sebab, kata dia, nama-nama tempat di Jakarta diberikan sesuai ciri khas daerah itu.

Setidaknya, Duren Tiga pernah menjadi latar tempat novel berseri Lupus karya Hilman Hariwijaya. Tokoh dalam novel itu, Boim play boy Duren Tiga, digambarkan tengil dan tukang patah hati yang mapan.

Kini, Duren Tiga tidak jauh berbeda dengan kampung-kampung di Jakarta. Kawasan permukiman padat penduduk dan jalan macet yang menghubungkan Mampang Prapatan dan Pancoran.

[fas]

Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Ahok akan pecat camat lurah yang tak becus kerja
  • Romi: Tadi SDA sudah mengaku salah
  • MUI bakal punya banyak saingan untuk beri label halal
  • Khloe Kardashian hamil anak French Montana?
  • Suap hakim, mantan Sekda Kota Bandung divonis 8 tahun penjara
  • Mendagri bantah terlibat dalam proyek e-KTP
  • Guru SMK di Kupang dilaporkan karena renggut kegadisan muridnya
  • PDIP minta Jokowi tetap ndeso bila pimpin Indonesia
  • Penyerangan PP ke posko FBR berawal dari kantor polisi, 1 luka
  • Tahun ini target laba anak usaha Garuda Indonesia diturunkan
  • SHOW MORE