Sedjarah Djakarta (4)

Pasar Minggu dan kenangan pusat buah Jakarta

Reporter : Islahudin | Rabu, 8 Agustus 2012 09:56




Pasar Minggu dan kenangan pusat buah Jakarta
Pasar buah di Cikini pada 1955. (kitlv.pictura-dp.nl)

Merdeka.com - Pada 1960-an sampai 1980-an adalah era Pasar Minggu sebagai sentra buah di Jakarta. Selain sebagai pusat perdagangan buah, kawasan ini dirimbuni berbagai jenis pohon buah. Tidak mengherankan bila Pasar Minggu penyuplai buah di Jakarta kala itu. Jadi tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Rokib, 50 tahun, warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menceritakan betapa buah begitu berlimpah di Pasar Minggu saat dia masih siswa sekolah dasar pada 1970-an. "Dulu Durian Tiga, Buncit, Pejaten masih lebat dengan berbagai macam buah, tapi tiap lokasi itu selalu ada yang dominan," kata Rokib kepada merdeka.com, Rabu pekan lalu.

Untuk kawasan Pejaten hingga Ragunan didominasi buah rambutan. Pepaya dan jambu menguasai Pasar Minggu. Sedangkan Jati Padang, menurut Rokib, sangat kesohor dengan durian montong. Pohon-pohon duren di sana berukuran besar dengan diameter tiga lingkaran tangan orang dewasa.

Bila musim rambutan tiba dan Rokib main ke rumah saudaranya di Pejaten, sepanjang jalan dia melihat rambutan berbuah begitu lebat. Saking banyaknya, tidak perlu memanjat untuk memetik. Apalagi saat itu, Pasar Minggu masih banyak ditempati oleh orang Betawi. "Kadang tidak perlu izin untuk metik buah," kata Rokib.

Rokib yang juga ketua Rukun Tetangga Pasar Minggu Lebak, RT 03 RW 08 Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, ini bercerita ayahnya dulu pegawai di kantor Kecamatan Pasar Minggu. Bapaknya pernah membawakan dia majalah resmi pemerintah DKI Jakarta yang memuat laporan jumlah pohon dan buah di Jakarta.

Dari bacaan itu dia baru mengetahui Pasar Minggu memiliki berbagai jenis buah dengan jumlah puluhan ribu pohon. Rokib tidak ingat pasti berapa ribu jumlah pohon pepaya, nangka, durian, sawo, atau yang ada saat itu. Tapi dia memastikan jumlah tiap satu jenis buah bisa mencapai empat puluh ribu pohon, bahkan bisa lebih.

Alhasil, Pasar Minggu kebanjiran pasokan saat musim buah. Biasanya buah-buah itu disalurkan lagi ke pasar-pasar lain di seantero Jakarta. Dia memperkirakan jumlahnya bisa ribuan kilogram kalau melihat hampir semua jenis angkutan keluar masuk mengangkut buah. Mulai dari delman, truk, hingga kereta.

Pasar Minggu juga menyediakan kebutuhan masyarakat lainnya, seperti bahan pokok, pakaian, hingga lauk pauk. Namun, tetap saja Pasar Minggu kala itu identik dengan pasar buah-buahan.

Perlahan-lahan limpahan buah itu mulai menyusut. Apalagi sejak pendatang dari luar mulai ramai datang ke Jakarta menjelang 1990-an. Lahan kebun digunakan warga untuk menanam buah mulai tergusur dijadikan permukiman dan jalan raya. Kondisi Pasar Minggu berubah, statusnya sebagai sentra buah tidak lagi seperti dulu. Meski saat ini masih ada buah-buahan, tapi kebanyakan dipasok dari luar Jakarta.

"Pasar Minggu dulu dikenal sebagai sentra buah kini hanya tinggal kata-kata,"kata Rokib sambil mendendangkan lirik lagu, "Pepaya, mangga, pisang, jambu... Dibawa dari Pasar Minggu... Di sana banyak penjualnya, di kota banyak pembelinya."

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Ekspor Impor

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Diungkit soal mantan setelah nikah, Brad Pitt jadi salah tingkah
  • ICW: Aneh kalau nama calon menteri dibilang rahasia negara
  • Tahanan yang dijamin Nur Pamudji kabur, PLN pasang iklan imbauan
  • PKS tolak 1 Muharam ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional
  • Cegah Ebola, Korea Utara larang warga asing lewati perbatasan
  • Sirine tsunami berdering melengking,warga Aceh diminta tak panik
  • Artis China ini digigit anjing Michelle Ye hingga luka parah
  • Sore ini, giliran Surya Paloh dan Ryamizard ke rumah Megawati
  • Harusnya urus izin pertambangan 14 hari, praktiknya satu bulan
  • Politikus PDIP Yasona Laoly temui Jokowi di Istana
  • SHOW MORE