Aib Para Pengeran Saudi (4)

Pangeran gay dari Saudi

Reporter : Faisal Assegaf | Rabu, 6 Februari 2013 08:25




Pangeran gay dari Saudi
Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al-Saud. (thetimes.co.uk)

Merdeka.com - Menjadi gay di Arab Saudi bukan sekadar sungguh memalukan, namun juga bisa terancam hukuman mati. Kegelisahan ini dihadapi oleh Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir al-Saud dari Negeri Dua Kota Suci itu.

Pengadilan Kejahatan Pusat di Ibu Kota London, biasa disebut Old Bailey, tiga tahun lalu memvonis lelaki 34 tahun ini dengan hukuman penjara seumur hidup. Dia terbukti bersalah membunuh pembantu lelakinya, Bandar Abdulaziz. Selama sidang, sang pangeran berupaya menyembunyikan rahasia memalukan, yakni dia seorang gay.

Pengacaranya, Kelsey-Fry berusaha keras agar pertanyaan-pertanyaan hakim tidak menjurus ke arah orientasi seksual. Menurut dia, hal itu tidak relevan dengan kasus kliennya. Dia juga menekankan homoseksual merupakan dosa besar dalam hukum Islam. "Jika diketahui dia seorang homo, dia bisa dihukum mati di negara asalnya," katanya, seperti dilansir BBC, Oktober 2010.

Meski Pangeran Saud dan kuasa hukumnya berupaya mengelak dari tudingan gay, namun seorang buruh angkut Hotel Landmark, Dobromir Dimitrov, juga homo, melihat pangeran dan pembantunya sebagai pasangan gay. "Mereka seperti pasangan gay." Pangeran saud dan Badar menginap di sana sebulan.

Meski tidak pernah memberikan bukti, hasil penyidikan polisi juga menyimpulkan Pangeran saud adalah gay. Ketika Bandar ditemukan tewas di atas ranjang kamar 312 Hotel Landmark, terdapat luka gigitan di kedua pipi korban. Polisi juga menemukan sejumlah foto telanjang Bandar di telepon seluler sang majikan.

Bandar, lebih muda dua tahun, selalu menemani Pangeran Saud berkeliling dunia dan menginap di hotel-hotel mewah. Pasangan homo ini menghabiskan waktu di London dengan berbelanja, makan malam di restoran-restoran kelewat mahal, serta menenggak sampanye dan koktail hingga mabuk. Mereka juga tidur seranjang.

Dua pelacur gay, Pablo Silva dan Louis Szikora, mengungkapkan pernah disewa Pangeran Saud buat menari telanjang. "Dia minta pijatan seksual," ujar Silva seraya menambahkan sang pangeran malu-malu mengajak bercinta.

Vonis sudah dijatuhkan dan Pangeran Saud harus mendekam dua dekade di penjara Inggris sebelum dideportasi ke Saudi. Boleh jadi, sebagai pangeran dia bisa bebas dari hukuman mati. Namun terkenal sebagai gay bisa membuat dia stres karena sungguh memalukan.

Tapi dampak itu belum seberapa. "Keluarga besarnya akan menggelar rapat dan mungkin setoran fulus haknya bakal diputus," ucap Christoph Wilcke, ahli Arab Saudi dari Human Rights Watch,

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Arab Saudi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Edarkan pil koplo pada pelajar, petani di Madiun dibekuk polisi
  • Fraksi PKB desak Presiden Jokowi keluarkan Perppu UU MD3
  • Tessy minum pembersih toilet karena malu pakai narkoba
  • 4 Penangkapan artis narkoba paling dramatis, hingga bunuh diri
  • Siswi SMA di Medan pasang poster minta foto selfie dengan Jokowi
  • Taufik kecewa Mendagri keluarkan surat pelantikan Ahok
  • Kejati DKI pastikan berkas 2 tersangka sodomi di JIS lengkap
  • PermataBank klaim bisa raup laba bersih Rp 1,2 Triliun
  • Ini 5 cara membuang energi negatif dari pikiran!
  • Masih terngiang, 21 korban sodomi Emon alami trauma berat
  • SHOW MORE