Profil Calon Bawaslu (6)

Luky Djani: Pakai strategi Guardiola biar lolos

Reporter : Mohamad Taufik | Rabu, 21 Maret 2012 16:42




Luky Djani: Pakai strategi Guardiola biar lolos
Luky Djani, calon anggota Bawaslu. (perspektibaru.com)

Merdeka.com - Namanya Luky Djani. Dia bukan pemain liga Indonesia atau pelatih sepak bola. Dia calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang hari ini mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi II DPR. Tapi untuk lolos seleksi, dia mempunyai prinsip ala pelatih klub sepak bola FC Barcelona, Josep Guardiola, konsentrasi seratus persen, kalah atau menang kita serahkan kepada permainan, ujarnya kepada merdeka.com, Selasa (20/3).

Lelaki kelahiran Makassar, 26 Juni 1971, ini mengaku tidak mematok target khusus untuk lolos. Dia hanya mengaku tengah konsentrasi meyakinkan banyak pihak, bahwa dirinya layak. Tapi upaya Luky bukanlah lobi-lobi khusus ke ruang anggota DPR, atau pejabat-pejabat pemerintahan. Dia cuma melakukan pendekatan tidak langsung dengan cara memanfaatkan ruang publik di media cetak, misalnya lewat menulis opini tentang demokrasi, politik, dan pemilihan umum (pemilu).

Cara lain adalah tekun menjalankan shalat lima waktu dan berdoa agar usahanya mengikuti tes terakhir memperebutkan tujuh jatah kursi anggota Bawaslu mudah dan lancar. Hatinya hendak mengikuti seleksi bawaslu karena melihat ada yang lemah dalam kinerja pengawas pemilu. Kurang dekat dengan penyelenggara pemilu dan rakyat, ujarnya.

Padahal, menjadi anggota Bawaslu bagian dari ibadah. Badan pengawas bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pemilu jujur dan adil sesuai undang-undang. Luky selama ini dikenal sebagai pegiat Transparansi Internasional Indonesia (Oktober 2011 - sekarang) dengan jabatan wakil sekretaris jendral. Sejak tahun 2000 hingga 2006, dia bergabung di Indonesia Coruption Watch (ICW), dan sebagai Koordinator Nasional program Penguatan Partisipasi Civil Society di tingkat Lokal (April 2004 Mei 2006).

Dia juga sempat aktif di Forum Rektor Indonesia, sebagai Koordinator Program monitoring Jajak Pendapat di Timor-Timur pada Agustus hingga Desember 1999. Pendidikan Insinyur Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB dia tamatkan pada 1997. Kemudian melanjutkan pendidikan Public Policy Program, National University of Singapore, dan mendapatkan gelar Master in Public Policy pada 2002. Terakhir dia menjadi mahasiswa PhD di Asia Research Center, Murdoch University, Australia, sejak 2008 hingga 2011.

Biodata

Nama : Luky Djuniardi Djani

Tempat/tgl lahir: Makassar, 26 Juni 1971

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Laki-laki

Email : lukydd@yahoo.com



Pendidikan

2008 - 2011 : Mahasiswa PhD di Asia Research Center, Murdoch University, Australia.

2001 2002 : Public Policy Program, National University of Singapore. Mendapatkan gelar Master in Public Policy dengan thesis tentang Campaign Finance Regulation: Deterring Electoral Corruption, case study Indonesia.

1990 1997 : Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB. Mendapatkan gelar Insinyur (Sarjana Teknik) dengan skripsi tentang Sistem Informasi Pertanahan dalam proyek Pendaftaran Tanah Sistematis.

1988-1990 : SMA Kolese Gonzaga

1987-1988 : SMAN 5 Bandung

1984-1987 : SMP Sekolah RI Tokyo

1982-1984 : SD Sekolah RI Tokyo

1977-1982 : SD Frater Makassar



Pengalaman Kerja



1. Transparansi Internasional Indonesia (Okt 2011 - sekarang): Wakil Sekretaris Jendral

Tanggung jawab sebagai wakil sekjen adalah melakukan perencanaan dan desain program-program lembaga. Juga melakukan supervisi dan koordinasi terhadap program-program yang dikelola. Selain itu juga merancang metodologi dan desain riset yang berkaitan dengan isu strategis.



2. Indonesia Corruption Watch (2000 - 2006)



Feb 2001 Mei 2006: Wakil Koordinator Badan Pekerja

Tanggung jawab sebagai wakil coordinator adalah mensinergiskan programprogram advokasi dari beberapa divisi seperti divisi Korupsi Politik, Monitoring Pelayanan Publik, dan Monitoring Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh. Saya juga merancang public awareness campaign untuk isu anti korupsi, serta melakukan penguatan kapasitas LSM lokal.



Jan 2000 Jan 2001: Manager Kampanye dan Pelatihan

Sebagai manager kampanye dan pelatihan tugas utama adalah merancang program kampanye public yang efektif serta melakukan pelatihan-pelatihan kepada LSM lokal, komunitas anti korupsi serta sekolah-sekolah.



3. Koordinator Nasional program Penguatan Partisipasi Civil Society di

tingkat Lokal (Apr 2004 Mei 2006).

Tugas utama adalah melakukan koordinasi atas beragam inisiatif pelibatan warga dalam tata kelola pemerintahan local. Program ini mendukung upayaupaya bagi pendalaman demokrasi di tingkat local dengan mendorong partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan dan anggaran lokal. Sebagai program regional, yang meliputi Philippines, Thailand dan Cambodia, maka tiap negara melakukan tukar pengalaman dan keberhasilan dari program desentralisasi di masing-masing negara.



4. Forum Rektor Indonesia



Aug Dec 1999: Koordinator Program monitoring Jajak Pendapat di

Timor Timur

Tugas sebagai coordinator program adalah melaukan koordinasi pemantauan terbatas yang dilakukan oleh Forum Rektor pada jajak pendapat Timor Timur. Tim monitoring mendesain rencana, metoda serta pelaksanaan pemantauan dan melatih relawan.



1998 1999: Assistant to Executive Director

Tugas utama adalah memberikan hasil kajian dan alternatif metoda dan pelaksanaan pementauan. Selain itu juga melakukan koordinasi dengan organisasi pemantau lain serta penyelenggara pemilu. Pada pemilu 1999 program pemantauan Forum Rektor memobilasi 242,000 relawan dari kurang lebih 600 institusi pendidikan tinggi yang tersebar di 27 provinsi.



Pengalaman Organisasi dan Aktivitas yang relevan

Koordinator Nasional Pemantauan Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tsunami Aceh.

Anggota National Advisory Group (NAG) untuk pembuatan Civil Society Index in Indonesia.

Anggota komite persiapan amandemen UU Pencucian Uang (Money Laundering) dan komite pembentukan KPK.

Memantau Pemilu Parlemen Sri Langka (Okt 2000), Pilihan Raya Malaysia (Nov 1999) dan Jajak Pendapat (Referendum) Timor Timur (1999).

Anggota komite bersama pembuatan standarisasi pemantauan pemilu 1999.

Kordinator Kongres Mahasiswa ITB.

Sekretaris Jendral Badan Koordinasi Kemahasiswaan ITB.

Kordinator Kelompok Studi Pertanahan, Ikatan Mahasiswa Geodesi ITB.

Anggota Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan ITB.



Artikel Opini Media

1. President versus Shadow Government, Republika, 25 October 2005

2. Review Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi, Seputar Indonesia, 29 October 2005

3. Dwifungsi Penguasa-Pengusaha, Koran Tempo, 19 November 2005

4. Mencegah Selingkuh Kepentingan, Republika, 22 November 2005

5. Tukar Guling Legislasi, Media Indonesia, 22 April 2006

6. Big Bang Korupsi, Koran Tempo, 20 November 2006

7. Melazimkan Lengser, Republika, 22 Maret 2007

8. Dana non-budgeter, Seputar Indonesia, 7 April 2007

9. Korupsi Karena Gaji Kecil? Seputar Indonesia, 5 may 2007

10. Trademark Korupsi di Indonesia, liputan6.com, 13 Nov 2009

11. KPK Pantas Diamputasi, liputan6.com, 28 Sept 2009

12. People Power dan Pergantian Rezim, liputan6.com, 26 Nov 2009

13. Mafia, Kompas, 27 April 2010

14. Ramai-ramai Golkan Dana Aspirasi, Seputar Indonesia newspaper, 24 Juni 2010

15. Implikasi Politik dari Reformasi di Thailand, Indoprogress, 8 Feb 2011

[fas]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Bawaslu

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Menteri Indroyono minta kantor kementerian pelihara ikan hias
  • Kebakaran di Tambora disebabkan LPG meledak di rumah ketua RT
  • Nia Dinata suguhkan film menyentuh tentang wanita Papua
  • Surat tips browsing ini akan buat semua ibu menangis
  • Mengintip indahnya Naarden, Venesia dari Belanda yang bersejarah
  • Penjualan jamu Indonesia tahun ini capai Rp 14 triliun
  • BI dukung pemerintah terapkan subsidi BBM tetap
  • 'Kinerja anggota DPR periode 2009-2014 sangat lamban'
  • Pakai sabu, anggota Provost Tenayan Raya divonis 4,2 tahun
  • Sindikat perampok modus polisi gadungan juga edarkan uang palsu
  • SHOW MORE