Konflik Sunni-Syiah (5)

Kuasa Syiah selepas rezim Saddam

Reporter : Ardini Maharani | Rabu, 5 September 2012 11:05




Kuasa Syiah selepas rezim Saddam
Masjid Imam Husain di Kota Karbala, Irak. Ribuan penganut Syiah saban hari berziarah ke sana, terutama saat Hari Asyura, untuk memperingati kematian Imam Husain. (en.wikipedia.org)

Merdeka.com - ketegangan antara Syiah dan Sunni sudah dimulai saat Perang Dunia I ketika Inggris menjajah Irak. Meski begitu, keduanya pernah sangat kompak mengusir penjajahan Inggris. Akhirnya pada 1920, Inggris memberikan kemerdekaan pada Irak dan membagi negara itu menjadi tiga wilayah: utara, tengah, dan selatan. Kurdi-Sunni di Utara, Syiah mendiami Selatan, dan bagian tengah untuk pemerintahan diisi mayoritas Sunni, seperti dilansir situs moderrasi.org.

Setelah kemerdekaan, Sunni yang minoritas berpikir untuk melindungi diri mereka membentuk pemerintahan boneka dipimpin Raja Faisal I. Dia tidak lebih dari pemimpin polesan orang Kurdi dan mereka berpura-pura menjadi Syiah untuk meredam protes rakyat atas kedudukan Sunni di pemerintahan. Saat Raja Faisal I digulingkan pada 1958, ratusan Syiah dibunuh secara massal dan sembilan orang ditangkap. Peristiwa ini membuat bentrokan Syiah-Sunni berlangsung hingga kini.

Konflik Syiah-Sunni semakin buruk. Alasan sebagai minoritas dan harus melindungi diri membuat rezim Sunni menghalalkan kekerasan bersenjata terhadap Syiah. Di era pemerintahan Saddam Hussein pembantaian syiah kian meningkat. Bukan hanya melibatkan Sunni tapi juga golongan lain tidak sepaham dengan Syiah, termasuk Wahabi. Mereka menuding pengikut ahlul bait itu sebagai kafir perlu dibasmi.

Saat pasukan Amerika Serikat menginvasi negara itu sembilan tahun lalu, kelompok Syiah bangkit. Mereka bergembira lantaran pemimpin dari Partai Baath itu akhirnya terguling dan dihukum mati. Selepas itu, kaum Syiah mulai masuk ke pemerintahan hingga akhirnya mereka menang pemilihan umum. Mereka sekarang menguasai politik di Negeri 1001 Malam itu, di mana Perdana Menteri Nuri al-Maliki merupakan penganut Syiah.

Sunni selama ini menguasai panggung politik Negeri Mesopotamia itu tidak puas. Kekerasan di antara kedua pihak berlanjut. Seangan bersenjata hingga bom bunuh diri terjadi di wilayah keduanya, termasuk masjid dan tempat dikeramatkan.

Kaum Syiah sudah menetap di Irak lebih dari 1.300 tahun. Sayidina Ali bin Abi Thalib, satu-satunya khalifah dipercaya penerus langsung setelah kematian Nabi Muhammad hijrah ke Kota Kufah, sekitar 170 kilometer dari Ibu Kota Baghdad, bersama dua juta pengikutnya. Dia meninggal dan dimakamkan di Kota Najaf, kota dikeramatkan kaum Syiah sejagat selain Karbala, tempat kubu Imam Husain, cucu Nabi Muhammad.

Irak menjadi negara tempat bersemayam empat pemimpin Syiah keturunan Sayidina Ali. Syiah menjadi aliran Islam utama di negeri ini. Ada banyak sekolah pemikiran Syiah agar anak-anak mengenal keyakinannya dengan baik.

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Irak

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Pernah gagal, Aldi Taher optimis bina keluarga samara
  • Kuntoro disebut belum laik pimpin Kementerian ESDM
  • Photoshoot para pasangan seleb di altar resepsi Raffi - Gigi
  • Mensesneg kabinet Jokowi ternyata sudah kerja siapkan pelantikan
  • Andi Widjajanto: Jokowi tak akan tunjuk jubir presiden
  • Gelar resepsi, Raffi Ahmad hadirkan 'John Legend'
  • Presiden Jokowi diminta tepati janji laksanakan ajaran Trisakti
  • Yang dapat Jupe, lempar buket Raffi dan Gigi diulang
  • Usai dilantik, menteri dilarang Jokowi bikin acara macam-macam
  • Satroni gerai Alfamart, maling bawa kabur rokok dan CCTV
  • SHOW MORE