Konflik Sunni-Syiah (3)

Gara-gara Suriah, Syiah-Sunni di Libanon memanas

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Rabu, 5 September 2012 08:00

Gara-gara Suriah, Syiah-Sunni di Libanon memanas
Bentrok antara kelompok Sunni dan Syiah Alawi di Kota Tripoli, Libanon Utara. (latimes.com)

Merdeka.com - Stabilitas sosial di Libanon dikenal rapuh lantaran di negara itu bermukim beberapa kelompok masyarakat dengan prinsip dan ideologi berbeda. Kaum muslim Syiah memiliki persentase paling besar, yakni 41 persen dari sekitar 4,5 juta penduduk, disusul kelompok Sunni (27 persen). Sisanya kaum Kristen Maronit, Ortodoks, Protestan, Katolik, dan Druze.

Muslim Syiah Libanon terbagi dalam empat aliran. Paling besar adalah pengikut 12 imam, diikuti oleh kaum Ismaili, dan terakhir adalah sekte Alawi. Sementara itu, muslim Sunni di negara itu didominasi oleh pengikut Salafi, memiliki hubungan dekat dengan Arab Saudi. Kelompok Syiah mendominasi Libanon Selatan dan kaum Sunni menguasai wilayah utara.

Sunni dan Syiah telah bertikai sejak lama karena pada masa Kekhalifahan Usmaniyah, kaum Syiah Alawi ditekan dan didiskriminasi. Keadaan itu berbalik setelah Prancis menjajah Suriah dan Libanon merekrut kaum Alawi sebagai tentara. Setelah Suriah merdeka, posisi kaum Syiah Alawi makin kuat setelah Hafez al-Assad, ayah Presiden Suriah saat ini Basyar al-Assad, berkuasa.

Sejak peristiwa Revolusi Cedar di Libanon pada 2005 dan penarikan mundur pasukan Suriah, peta politik terpecah menjadi dua kubu. Pertama Aliansi 14 Maret dipimpin Gerakan Pembaruan beraliran muslim Sunni dan Partai Kataeb Kristen Maronit. Kubu kedua adalah Persekutuan 8 Maret dipimpin Hizbullah beraliran Syiah dan Gerakan Patriot Kebebasan kaum Kristen Maronit.

Perang saudara antara kaum Sunni melawan pemerintah didominasi Syiah di Suriah mulai berkecamuk Maret tahun lalu ternyata juga memicu ketegangan di antara kaum Syiah dan Sunni Libanon. Tercatat kedua kelompok terlibat beberapa kali bentrokan di Kota Tripoli. Masing-masing dari mereka dituding turut memasok senjata kepada pihak bertikai di Suriah, seperti dilansir BBC, 24 April 2012.

Aliansi 14 Maret tegas menyatakan mendukung perlawanan kaum oposisi Suriah. Persekutuan 8 Maret dipimpin Hizbullah bersikap sebaliknya, yakni mendukung Presiden Basyar al-Assad.

Pertikaian paling buruk terjadi Juni tahun lalu di Kota Tripoli, Libanon. Saat itu tujuh warga muslim Sunni tewas dan 60 lainnya luka setelah berunjuk rasa menentang rezim Basyar al-Assad diakhiri bentrokan dengan pihak Syiah. Bentrokan kembali pecah Februari lalu di kota itu.

Pada Mei lalu, bentrokan antara kaum Sunni dan Syiah merembet sampai Ibu Kota Beirut, Libanon. Pemerintah sampai harus menerjunkan pasukan bersenjata lengkap buat menengahi kedua kelompok bertikai itu. Sejak konflik sektarian itu membara lagi, ratusan nyawa sudah melayang. Sampai saat ini keadaan kedua kubu pun masih tegang. Mungkin tidak bakal selesai sebelum pemberontakan di Suriah mencapai titik akhir.

[fas]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Libanon

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jokowi umumkan 7 nama calon anggota Komisi Yudisial
  • Xperia Z5 dan Z5 Compact usung kamera 23MP dengan autofokus tercepat
  • Tak beri salinan laporan BPK ke Ahok, sekwan DPRD DKI dicopot
  • PBB: Lima tahun lagi Gaza tidak layak huni
  • Selamat! 'GAME OF THRONES' pecahkan rekor Guinness yang kocak abis
  • Dukung Budi Waseso, politikus PDIP minta RJ Lino ditangkap
  • Komjen Budi Waseso: Siapa pun pengganti saya, itu pasti yang terbaik
  • Pensiunan TNI yang digusur di Cibubur dapat kerohiman & kontrakan
  • OJK prediksi gejolak ekonomi Indonesia berlanjut hingga 2016
  • Bak bangsawan, kereta bayi anak Jay Chou bernilai Rp 108 juta
  • SHOW MORE