Pelatihan Membangun Ruang Keterlibatan Komunitas Masjid Dalam Musrembang Desa

Sumber : mz.e******com | Rabu, 13 Maret 2013 23:04:09


Selama ini jarang sekali terdengar suatu pemerintahan di desa membuat perencanaan pembangunan dan penganggaran yang lebih partisipatif berbasis kebutuhan desa. Padahal soal itu sedikitnya sudah ada dua Undang-Undang (UU) dan satu Peraturan Pemerintah. Di antaranya adalah UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. Ketiga payung hukum tersebut sebenarnya memberikan memberikan peluang bagi desa untuk membuat perencanaan pembangunan dan penganggaran yang lebih partisipatif berbasis kebutuhan desa.

Sayangnya, wewenang yang diberikan UU tersebut belum menunjukan hasil yang maksimal. Karena dalam prosesnya tidak semua elemen desa bisa terlibat sementara hasilnya sering kali rumusan antara kebutuhan dan keinginan kurang bisa terbedakan dengan baik, hasil Musrembang Desa juga sering tidak menampung kebutuhan umat terutama yang miskin dan marjinal.

Merujuk masa Rasulullah, kala itu Rasul kerap mendiskusikan permasalahan umat di masjid baik permasalahan ekonomi maupun sosial politik. Karenanya sekaranglah saatnya komunitas masjid dalam hal ini Ta'mir Masjid bisa menampung apa yang dirasakan oleh umat untuk selanjutnya bisa mencari jalan penyelesainya secara bersama.

Menggugah semangat Ta'mir Masjid di Boyolali khususnya dan Indonesia umumnya, untuk meneruskan perjuangan Rasulullah, Fatayat NU Ancab Cepogo, Boyolali mengadakan Pelatihan Membangun Ruang Keterlibatan Komunitas Masjid Dalam Musrembang Desa di Kabupaten Boyolali bekerjasama dengan LSM Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Jakarta di Pondok Pesantren Istiqomah, Cepogo, Boyolali selama empat hari sejak 13 sampai 16 Maret 2013.

Pelatihan sendiri dibuka langsung oleh Ibu Camat Cepogo Boyolali Siti Askariyah. Pada sambutanya, selaku aparatur pemerintah Siti Askariyah mengapresiasi dan mendukung acara yang digagas oleh Fatayat NU bekerjasama dengan P3M lantaran dinilai mampu membantu mengentaskan kemiskinan di Boyolali.

Sementara itu, Rois Syuriah PBNU, K.H. Masdar F. Mas'udi menghimbau untuk menjadikan masjid sebagai center gerakan umat untuk memakmurkan masjid dan memakmurkan bumi Allah SWT. Kalau ini sudah menjadi gerakan bersama akan membantu pemerintah untuk merealisasikan program pemerintah tanpa harus mengeluarkan dana sosialisasi.

 

Be Smart, Read More
Back to the top



Today #mTAG LATEST UPDATE
  • Pelari asing diajak ramaikan Pyongyang Marathon 2015
  • Facebook buat 'Room', aplikasi chat baru rasa 'tempoe doeloe'
  • Drama Jokowi memburu calon menteri
  • 'Bugatti' buatan pria asal Boyolali memukau dunia!
  • Satu Suro, tonggak spiritualitas masyarakat Jawa
  • Wajah Brewok bikin Antonio Banderas awet muda, kok bisa?
  • Tekad FPI bakal demo sampai Ahok jatuh
  • Lima permintaan konyol mantan diktator sejagat
  • Kuburan gantung ala Toraja di Sagada, Filipina
  • Benarkah Satu Suro penuh dengan kesialan?
  • SHOW MORE