Vizcardine Novic

ADA APA DIBALIK RUU ORMAS??

Sumber : pizu******com | Selasa, 9 April 2013 11:14:13


9 April 2013

Saat ini Indonesia tengah dilanda berbagai masalah dalam negeri yang tak
kunjung selesai apalagi menemukan titik terang solusi dari tiap masalah
yang terjadi. Tentu masih segar dalam ingatan kita masalah BLOK MAHAKAM
yang dulu diperebutkan masalah pengelolaannya antara perusahaan asing
dengan PERTAMINA. Pemerintah dengan berbagai dalih dan alasan selalu
mengatakan bahwa hal seperti ini adalah masalah yang tidak bisa dengan
mudah untuk begitu saja menutup peluang bagi perusahaan asing untuk dapat
mengelola BLOK MAHAKAM dengan alasan pertimbangan hubungan kerjasama luar
negeri atau hubungan baik dengan luar negeri dan PERTAMINA dianggap belum
mampu mengelola secara maksimal sehingga nanti mungkin akan ada pembagian
masalah pengelolaan. Dan sampai sekarangpun masih belum ada keputusan jelas
mengenai masa depan BLOK MAHAKAM walaupun telah ada ancaman dari warga
Kalimantan yang akan melepaskan diri dari Indonesia apabila sampai dikelola
oleh pihak asing.
Dan juga pasti tidak akan lupa masalah korban salah tangkap dan salah
tembak bahkan video penyiksaan ala DENSUS 88. Rakyat ini sudah jelas jelas
geram dan marah bahkan mengutuk tindakan keji DENSUS88, bukti bukti telah
terkumpul tapi apa tanggapan dari pemerintah? Rakyat sudah satu suara agar
DENSUS88 dibubarkan tapi pemerintah hanya bilang bahwa DENSUS88 tidak perlu
dibubarkan melainkan hanya perlu diganti saja pola kinerjanya.
Dan yang terbaru adalah masalah penembakan napi di lapas cebongan oleh
anggota kopassus dikarenakan unsur balas dendam, sungguh ironis sekali para
anggota TNI bisa berbuat diluar aturan hukum dan bertindak sendiri. Semua
ini disebabkan karena aturan aturan hukum dan perundang undangan yang
dibuat oleh manusia mengalami timpang tindih antara masalah satu dengan
yang lainya, begitu masalah yang satu dapat diselesaikan maka akan muncul
masalah yang lain.
Dan sepertinya pemerintah sendiripun mencari masalah dengan mengeluarkan
RUU ORMAS, rancangan undang undang yang sudah jelas jelas ditolak oleh
berbagai organisasi masyarakat di Indonesia masih saja pemerintah ngeyel
ingin mengesahkannya tanggal 9 April 2013 ini. Sedangkan RUU ORMAS ini
sendiripun mengusung asas tunggal PANCASILA karena dalam Pasal 2 disebutkan
boleh mencantumkan Islam sebagai asas cirri dengan asas utamanya PANCASILA.
Sudah jelas sekali bahwa RUU ORMAS ini mengusung semangat represif ala ORDE
BARU. Dihidupkannya kembali ketentuan asas tunggal (Pasal 2), larangan
berpolitik bagi Ormas (Pasal 7) dan kontrol ketat Ormas oleh pemerintah
(Pasal 58, Pasal 61 dan Pasal 62).
Sehingga alih-alih akan memberikan ruang gerak yang lebih baik untuk
kemajuan masyarakat melalui partisipasi Ormas dalam pembinaan dan
pemberdayaan masyarakat, RUU ini justru sangat berpotensial membungkam
sikap kritis masyarakat terhadap pemerintah.
Ini jelas merupakan kemunduran besar mengingat TAP MPR no. II/1978 tentang
P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), termasuk di dalamnya
tentang ketentuan asas tunggal, sudah dibatalkan oleh TAP MPR No.
XVIII/1998, sehingga Ormas Islam sejak saat itu bisa kembali berasas Islam.
Selain itu, RUU ini juga tampak sangat diskriminatif. Yaitu pembedaan
pengaturan antara Ormas biasa dengan Ormas yang merupakan sayap partai
(Pasal 4) sehingga terkesan Parpol mau menangnya sendiri. Ormas pada
umumnya harus tunduk pada RUU ini sedang Ormas milik parpol tidak.
Sudah jelas sekali dari sini bahwa pemerintah ingin mengontrol setiap gerak
rakyat apalagi yang ingin mengoreksi kesalahan pemerintah dengan
disahkannya RUU ORMAS ini. Sungguh tidak sesuai dengan system yang diusung
yakni DEMOKRASI yang seharusnya suara rakyat adalah diatas segalanya tapi
kenyataannya rakyat dibungkam rapat rapat untuk menutupi kebusukan
pemerintah, apakah ini yang disebut dengan DEMOKRASI? Dari rakyat oleh
rakyat dan untuk rakyat.

Wahai pemerintah, jika tidak ingin masalah semakin meluas dan timbul
kekacauan di negeri ini yang disebabkan oleh rancangan undang undang yang
sudah jelas jelas ditolak oleh berbagai ormas, maka alangkah bijaknya jika
menarik RUU ORMAS ini dan tidak jadi disahkan.

Ratna Kartika

 

Smart people share this
Back to the top



Today #mTAG LATEST UPDATE
  • Ingin dikhitan, pria ini malah kehilangan penis!
  • Cazorla: Arsenal harus contoh Atletico
  • Dodge Charger Hellcat: Sedan 4 pintu paling 'buas' di dunia!
  • Pesta diskon di mal, pedagang online turut kecipratan untung
  • Gugatan Prabowo itu langkah terakhir selamatkan posisi
  • Benarkah pestisida bisa rusak gen manusia?
  • Mudik lebaran di Jakarta, 3 orang tewas akibat kecelakaan
  • Bocoran detail peminjaman Falcao ke Madrid
  • Lama dinanti, Rain siap main drama lagi
  • Jokowi: Soal gugatan ke MK, itu urusan Prabowo dan KPU
  • SHOW MORE
    TOP 10 NEWS
    Most Viewed Editors' Pick Most Comments

    TRENDING ON MERDEKA.COM