Warga sering lihat preman mangkal di warung wanita pedagang kopi

Reporter : Mustiana Lestari | Minggu, 15 September 2013 16:37

Warga sering lihat preman mangkal di warung wanita pedagang kopi
Tempat penyekapan pedagang makanan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Usai penangkapan 19 preman yang diduga terlibat tidak penganiayaan terhadap Hernawati (46), wanita yang berdagang makanan di depan pintul Tol Kebon Jeruk, bedeng atau bangunan semi permanen tampak hancur berantakan. Bangunan berukuran sekitar 5X15 meter persegi itu juga sudah dipasangi garis polisi.

Pantauan merdeka.com, bangunan yang berada di belakang Apartemen Kedoya Elok, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu telah disekat menjadi beberapa bagian, seperti ruang istirahat, musala, dan WC umum.

Menurut salah satu tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar TKP, usai penyekapan, beberapa pelaku menghilang satu persatu. Selain itu, beberapa kios yang berada di depan bedeng itu juga tutup.

"Habis digerebek polisi itu, warung-warung depan bedeng itu pada tutup. Biasanya mah pada buka," ujar tukang ojek yang enggan disebut namanya kepada merdeka.com, Jakarta, Minggu (15/9).

Meski tidak mengetahui secara pasti siapa yang mendirikan bangunan yang sebagian besar materialnya terbuat dari kayu itu, tukang ojek yang sudah lebih dari 10 tahun mangkal mengaku sering melihat preman-preman itu berkumpul di sana.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 19 orang yang merupakan kelompok Flores, ditangkap Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. Belasan orang tersebut diduga menganiaya Hernawati (46) seorang perempuan yang biasa berdagang di depan pintu tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Tubuh korban dianiaya oleh mereka. Tubuhnya ditetesin plastik ember yang dibakar, kelamin wanita itu juga dirusak," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi, saat ditemui di Mapolres, minggu (15/9).

[cob]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE