Upah ngojek tak cukup, Syarifudin jadi bajing loncat

Reporter : Al Amin | Jumat, 26 April 2013 18:32

Upah ngojek tak cukup, Syarifudin jadi bajing loncat
bajing loncat. ©2013 Merdeka.com/Al Amin

Merdeka.com - Syarifudin (42), pelaku aksi bajing loncat di kawasan Tambora, Jakarta Barat mengaku melakukan aksi kejahatan tersebut karena pendapatannya sebagai tukang ojek tidak mencukupi kehidupan keluarganya. Dia bersama seorang temannya yang masih buron sudah berkali-kali melakukan aksi serupa.

"Kalau cuma ngojek mah, enggak bisa kecukupan pak. Apalagi anak saya empat," kata Syarifudin di Mapolsek Metro Tambora, Jumat (26/4).

Kepada petugas yang memeriksanya, pria yang di badannya penuh dengan tato ini mengaku baru beraksi sebanyak tiga kali.

"Pas dapat mobil yang mau diambil barangnya, saya langsung naik, teman saya nunggu di motor," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kanit Reskrim Polsek Metro Tambora AKP Tri Bayu Nugroho menyangsikan kalau pelaku baru tiga kali melakukan aksi bajing loncat. "Dia ngakunya saja tiga kali. Itu tiga kali yang ketangkap," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syarifudin (42) melakukan aksi bajing loncat di Jalan Kyai Haji Mas Mansyur, Tambora, Jakarta Barat pada Jumat siang sekitar pukul 11.30 WIB. Namun aksi nekatnya ini berhasil digagalkan oleh anggota polisi Polsek Metro Tambora yang tengah patroli.

Sebelum ditangkap, pelaku telah merobek terpal dan karung yang berisi aksesoris motor berupa pelapis jok motor. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan.

"Pelaku belum dapat mengambil aksesorisnya. Sebelum berhasil mengambil, pelaku ditangkap oleh anggota kita yang sedang patroli," kata Bayu Tri.

[lia]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Bajing Loncat

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE