Setiap hari, 2 ribu motor & 400 mobil baru jadi musuh Jakarta

    Reporter : Hery H Winarno | Senin, 5 November 2012 05:32




    Setiap hari, 2 ribu motor & 400 mobil baru jadi musuh Jakarta
    Macet Jakarta. Merdeka.com/Dwi Narwoko

    Merdeka.com - Setiap tahunnya digelar pameran otomotif baik mobil maupun motor di Jakarta. Perusahaan otomotif dunia berusaha menjejali masyarakat Indonesia dengan kendaraan pribadi.

    Tak hanya golongan berada, kelas menengah pun disasar oleh industri otomotif. Tak heran, setiap pameran otomotif pengunjung selalu membludak.

    Menjamurnya pameran dan meningkatnya penjualan otomotif berarti ekonomi bangsa membaik. Namun di sisi lain, hal itu berarti kemacetan. Khususnya di ibu kota Indonesia, Jakarta.

    Pertumbuhan kendaraan dengan luas jalan tak seimbang. Sedangkan peningkatan kendaraan pribadi terus meningkat tanpa pembatasan.

    Data yang diperoleh merdeka.com, Minggu (4/11), Polda Metro Jaya setiap hari setidaknya menerbitkan 2.400 STNK kendaraan untuk wilayah Jabodetabek. Sebanyak 400 untuk mobil pribadi dan 2.000 unit sepeda motor.

    Hal ini menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan kendaraan di Jakarta. Sedangkan pertumbuhan jalan tak sampai setengahnya dari jumlah itu.

    Bila saja dirata-ratakan setiap mobil memiliki panjang 3 meter dikali 400, maka setiap harinya mobil pribadi akan menyita jalan sepanjang 1.200 meter alias 1,2 km per hari. Itu belum ditambah dengan sepeda motor yang juga menyumbang kemacetan cukup signifikan. Jika panjang sepeda motor 1,5 meter dikali 2.000 unit, maka terdapat barisan motor sepanjang 3.000 meter alias 3 km per hari.

    Meski motor tidak selebar mobil, dan 1 mobil sama dengan 3 motor, maka hitungannya 3.000 meter dibagi 3 ketemu angka 1 km. Artinya setiap harinya mobil dan motor di Ibu Kota menyita 2 Km jalan. Berapa jika satu bulan? Setahun?

    Masalah kemacetan menjadi demikian berat dan parah karena panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dengan luas keseluruhan tak lebih dari 40,1 km2. Akibat keterbatasan lahan, pertumbuhan panjang jalan di Jakarta rata-rata hanya 0,01 persen per tahun. Inilah yang membuat Jakarta seperti neraka kemacetan.

    Di beberapa negara, pembatasan kendaraan menjadi salah satu cara menekan kemacetan akibat menjamurnya kendaraan pribadi. Sebut saja Malaysia dan Singapura yang sukses melakukan pembatasan kendaraan.

    Lalu apakah Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama juga akan melakukan pembatasan kendaraan untuk mengurai macet?

    [lia]
    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Kemacetan Jakarta

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    Komentar Anda


    Be Smart, Read More
    Back to the top
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Koridor III segera beroperasi, Pemkot Solo bangun 21 halte BST
  • Siapa orang besar yang diincar Kabareskrim di kasus korupsi BUMN?
  • Istimewa, artis cantik Korea ini anti operasi plastik!
  • Mulai 1 April 2015 tiket kereta jarak jauh naik 30 persen
  • Fenomenal, nilai performa Asus ZenFone 2 torehkan rekor di AnTuTu
  • DPRD DKI bela diri, pastikan anggaran siluman usulan anak buah Ahok
  • Polisi duga peneror Hotel Taman Sari di Jakbar jaringan teroris
  • Korban dukun cabul di Bandung menjadi 20 orang
  • Sekolah tak pernah ajukan, darimana Disdik bisa anggarkan UPS Rp 6 M
  • Tak kunjung untung, pabrik Chevrolet di Bekasi tutup Juni 2015
  • SHOW MORE