Rusun khusus buruh dibangun di Rawa Bebek dan Daan Mogot

Reporter : Nurul Julaikah | Jumat, 15 Maret 2013 13:25

Rusun khusus buruh dibangun di Rawa Bebek dan Daan Mogot
Rusun Marunda. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemprov DKI akan membuat rumah susun sewa (rusunawa) khusus untuk buruh di kawasan industri KBN. Ada sekitar 11 sampai 12 tower yang akan dibangun di tiga blok. Daerah yang dilirik Jokowi untuk pembangunan rusun buruh ini adalah Rawa Bebek dan Daan Mogot.

"Untuk pekerja, kalau rusun untuk masyarakat harus dibedakan lagi," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai Rakornas Kemenpera di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (15/3).

Politikus PDIP ini mengaku telah menyiapkan lahan 17 hektar di Rawa Bebek. Khusus di di lahan itu akan dibangun 14 blok, 6 blok dikerjakan Kemenpera, sisanya Pemprov DKI.

"Tapi kalau ditambah jadi 8 (dibangun Kemenpera) akan lebih baik. Tapi kalau nggak ditambah akan kami bangun sendiri," tambahnya.

Sedangkan untuk di Daan Mogot, Jokowi belum menemukan lokasi yang cocok. Jokowi menambahkan, pembangunan rusun ini justru sangat baik. Dengan begitu kendaraan yang masuk ke Jakarta akan berkurang karena lokasi kerja tak jauh dengan tempat tinggal.

"Ini penting untuk buruh karena transportasi mahal. Rata-rata dari rumah ke tempat kerja itu Rp 500.000 sampai Rp 600.000 per bulan. Dan itu biaya nggak sedikit," jelasnya.

Pemprov sendiri akan menyiapkan full furnished di setiap rusun yang akan dibangun oleh Kemenpera. Sedangkan proses hibah rusunawa tersebut tidak persoalkan tetapi langsung dapat ditempati.

"Sudah dipakai kalau nunggu proses kita lihat sekarang ada yang kosong langsung diisi, proses hibahnya nomor dua. Begitu selesai, langsung ditempati. Seperti di apartemen, belum jadi saja siapa yang menempati sudah jelas," paparnya.

Untuk harga sewa, kata Jokowi, sesuai dengan yang diungkapkan oleh Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz yakni Rp 300 sewa kamar dan Rp 50 ribu sewa tempat tidur. Anggaran full furnished untuk Rusunawa tersebut akan dimasukan dalam APBD Perubahan.

[lia]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE