Reina dibunuh gara-gara menolak berhubungan seks

Reporter : Mitra Ramadhan | Minggu, 3 Juni 2012 17:59




Reina dibunuh gara-gara menolak berhubungan seks
mayat. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Kepolisian Sektor Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan berhasil mengungkap kasus pembunuhan Reina (20), seorang pembantu rumah tangga di Perumahan Perkici VII Blok EA7 No.1 RT 6/10 Sektor V, Kelurahan Jurang Mangu, Pondok Aren. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, pelaku kalap karena ditolak berhubungan seks oleh korban.

Korban tewas pada Kamis 17 Mei lalu akibat 10 luka tusukan. Kapolsek Pondok Aren Kompol Parmono ketika dihubungi mengatakan, pengungkapan peristiwa ini karena hasil penyidikan mengarah kepada kedua tersangka yaitu Denis (21), seorang mahasiswa yang juga tetangga majikan korban, serta Romli (35), seorang petugas keamanan setempat.

"Jadi ceritanya, Denis ini bilang kepada Romli, bahwa dirinya sedang berahi. Pelaku ini meminta kepada Romli untuk mencarikan seorang wanita," kata Parmono.

Romli yang mendengar permintaan itu menyarankan kepada Denis untuk menjajal Reina yang kebetulan sedang ditinggal majikannya. Namun, Romli mengaku kepada Denis, dirinya belum mengenal dekat dengan Reina, sehingga tidak mengetahui apakah Reina ini bisa menuruti keinginan Denis berhubungan badan atau tidak.

"Jadi pelaku yang kedua mengatakan, ada tuh pembantu. Tapi bisa atau tidak (bisa berhubungan seks), pelaku kedua juga tidak yakin," kata imbuh Parmono.

Meski tidak yakin, kedua pelaku tetap menjalankan ide tersebut. Ketika malam tiba, keduanya datang ke rumah tempat Reina bekerja. Pelaku Denis masuk ke dalam rumah majikan Reina, sedangkan Romli berjaga-jaga di luar rumah. Korban yang sendirian, rupanya membuka pintu untuk kedua pelaku. Keduanya datang seolah bertamu.

"Setelah masuk, pelaku pertama langsung melancarkan bujuk rayu dan mengajak korban berhubungan seks, korban dengan tegas menolak. Pelaku kesal dan menusuk Reina dengan pisau yang sudah dibawanya. Pelaku kedua masuk dan membantunya," kata Kapolsek.

Ditanya soal ponsel Blackberry milik Reina yang hilang, Kapolsek mengatakan, memang BB korban dibawa pelaku, tetapi mereka membuangnya dan ditemukan oleh orang lain.

"Jadi tidak dibawa sama pelaku. Sedangkan soal pisau yang dibawa dari rumah pelaku, sejauh ini bukan suatu perencanaan untuk melakukan pembunuhan," katanya.

Sementara itu, Romli di depan petugas Polsek Pondok Aren mengatakan, dia menyumbangkan ide tersebut hanya spontan, dan tidak berpikir akan dilaksanakan Denis. "Saya juga tidak mengerti kok saya sampai ikut-ikutan dia. Padahal, Denis sendiri tidak pernah tahu muka pembantu itu (korban)," katanya.

[bal]

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Jokowi dan DPR bahas format kementerian hari ini
  • Kecelakaan tabung gas, lima rumah di Sukoharjo terbakar
  • Malam 1 Suro, warga Semarang ritual Kungkum di Tugu Soeharto
  • Masih dukung SDA, PPP dinilai tak miliki semangat antikorupsi
  • Tikam perwira polisi, 2 bulan kemudian pelaku tewas di tahanan
  • Jokowi pilih umumkan kabinet di Istana
  • Ketahuan rampok kantor sendiri, Cahyono dihajar massa
  • Umumkan kabinet, Jokowi langsung perkenalkan menteri ke publik
  • Tak jadi malam ini, Jokowi umumkan menteri hari Minggu
  • Miris, siswa SD di Palu 2 tahun belajar di teras
  • SHOW MORE