Polisi bongkar perusahaan penyewa alat berat fiktif

Reporter : Henny Rachma Sari | Rabu, 8 Mei 2013 16:48

Polisi bongkar perusahaan penyewa alat berat fiktif

Merdeka.com - Sebuah perusahaan penyewa sejumlah alat berat dibongkar petugas unit 1 Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Perusahaan fiktif tersebut menawarkan jasa penyewaan excavator, bulldozer, vibro dan compressor dengan rate harga perjamnya sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. Sedangkan untuk mesin giling harga sewa ditaksir sebesar Rp 500 per hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, perusahaan fiktif tersebut dijalankan empat orang pelaku.

"Mereka yakni WU (buron) berperan sebagai pemberi masukan tentang teknik-teknik alat berat kepada korban. MD (buron) berperan sebagai penyedia rekening untuk menampung hasil kejahatan mereka," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/5).

Kemudian, lanjut Rikwanto , SL berperan sebagai pemegang nomor handphone untuk berkomunikasi dengan calon korban mereka. Lalu WS sebagai pembuat iklan dan email address atas nama PT Abhipatra Mudawana.

"Aksi tipu tersebut terbongkar berdasarkan laporan sejumlah masyarakat," tutur Rikwanto .

Dari tangan dua pelaku yang ditangkap, petugas menyita tiga unit komputer, tiga modem wireless, dua buah flashdisk, sebuah printer, empat buah alat elektronik rumah tangga dan puluhan sim card handphone.

Dari aksi kejahatan yang para pelaku lakoni, mereka bisa meraup untung sebesar Rp 100 juta lebih.

Di tempat yang sama, pelaku SL mengatakan uang hasil kejahatan dipakai hanya untuk berfoya-foya. SL yang tengah mengenakan kemeja berwarna merah bertuliskan 'Tahanan' sama sekali tidak menunjukkan raut penyesalan di wajahnya.

"Mau bagaimana lagi, nyari kerja susah. Karena saya lulusan IT ya udah saya buat saja 'kerjaan' kaya begini," ucap pria berusia 35 tahun tersebut kepada merdeka.com.

Kendati tengah memiliki dua orang anak yang masih kecil-kecil, rupanya SL mengaku jarang menafkahi keluarganya tersebut. "Istri saya kan juga pernah kerja. Paling dia juga minta sama orang tuanya," jawab SL yang mengaku baru setahun berprofesi sebagai penipu.

SL juga mengaku bahwa 'pekerjaan' haram yang dilakoninya kerap ditentang istrinya. "Istri sih ngelarang, tapi mau gimana lagi, nyari kerja susah banget sekarang," lanjut pria yang mengaku lulusan Universitas Bina Nusantara jurusan IT tersebut santai.

Atas perbuatannya, dua pelaku yang ditangkap dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 28 ayat 1 UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal di atas lima tahun penjara.

[lia]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Penipuan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jika pembatasan dicabut, kuota Haji Solo naik 20 persen
  • Timor Leste puji kelautan RI lebih maju sejak dikelola Menteri Susi
  • Selasa, buruh se-Jabotabek demo di HI-Monas karena terancam PHK
  • Populer abis, drama Kim Tae Hee - Joo Won dituduh plagiat
  • Kebijakan tak bisa dipidana, kepala daerah nanti malah jadi nakal
  • Malaysia 'menguning' akibat ribuan orang tuntut PM Najib mundur
  • Jokowi diminta waspadai tawaran IMF
  • Demokrat: Pemerintah jangan gampangkan masalah soal ancaman krisis
  • Antisipasi tindak pidana pilkada, polisi siapkan penyidik khusus
  • Berikan saran ke Jokowi, SBY dinilai tidak menggurui
  • SHOW MORE