Pekan pertama sistem ganjil genap, polisi hanya tegur pelanggar
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini menerapkan uji coba sistem ganjil genap di sembilan titik kawasan yang dianggap menyebabkan kemacetan. Uji coba ini dimulai pagi ini Rabu (27/7), pukul 07.00 WIB.
Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Syamsul Bahri menuturkan bahwa uji coba ini adalah program transisi untuk menunggu penerapan Electronic Road Pricing (ERP).
"Satu minggu selama uji coba ini pengendara akan kita tegur secara lisan, minggu ke dua akan ada teguran secara tertulis, namun sanksinya belum ada. Ini adalah program transisi sambil menunggu penerapan program ERP," ucap Syamsul di halaman Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (27/7).
Apabila uji coba ganjil genap yang diterapkan telah efektif, maka tidak menutup kemungkinan jika program ERP dapat diterapkan di kawasan ERP lainnya.
"Kalo ini (sistem ganjil-genap) kita terapkan efektif. Tidak menutup kemungkinan jika setelah ERP ini bisa kita alihkan untuk kawasan ERP selanjutnya. Karena menurut Perda No 5 tahun 2014 ada sembilan titik kawasan ERP," lanjutnya.
Menurutnya, jika program ganjil genap ini sukses di sosialisasikan, pihaknya masih menemukan pengendara yang membandel, maka dia akan menerapkan hukuman tilang pada pengendara tersebut.
"Pasalnya ya kena tilang kalau masih bandel saja. Karena di sini kawasannya masyarakat harus mengerti untuk melancarkan lalu lintas," tutupnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya