Napi narkoba LP Tanjung Gusta, Medan otaki penipuan di Jakarta

    Reporter : Henny Rachma Sari | Jumat, 7 Juni 2013 13:30

    Napi narkoba LP Tanjung Gusta, Medan otaki penipuan di Jakarta
    Tersangka penipuan . Henny Rachma Sari.©2013 Merdeka.com

    Merdeka.com - Narapidana kasus narkoba di LP Tanjung Gusta, Medan berinisial T (50), kedapatan menjadi otak penipuan di Jakarta. Dalam aksinya, T yang divonis 9 tahun penjara tersebut meminta bantuan putrinya inisial P (22).

    Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, selain dibantu P, dia juga dibantu E (21), pasar P, dan rekanya berinisial J. Polisi telah menangkap P dan E di Kelapa Gading, sementara J masih buron.

    "T berperan mencari korban secara random untuk kemudian dihubungi. Kemudian meminta korban transfer sejumlah uang yang nantinya akan diambil oleh ketiga pelaku di luar penjara," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/6).

    Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika menjelaskan, modus yang digunakan pelaku ialah mengaku sebagai staf Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat.

    "Pelaku menghubungi korban dan mengatakan bahwa anak korban yang sedang study di Amerika telah ditangkap karena kasus narkoba. Pelaku menjanjikan bisa membantu dengan syarat korban mentransfer uang sebesar Rp 295 juta," terang Helmy.

    Untuk meyakinkan korban, pelaku menggunakan backsound suara sirine kepolisian. Kemudian, Helmy melanjutkan, uang yang telah ditransfer korban akan diambil oleh ketiga pelaku yang ada di luar penjara.

    "Lalu uang tersebut dibagi rata dan pelaku P langsung memberikan uang tersebut kepada T yang ada di penjara," papar Helmy.

    Helmy menambahkan, modus yang digunakan pelaku tidak hanya mengaku sebagai staf Kedubes Amerika Serikat. "Pelaku T juga suka mengaku kepada korban lainnya bahwa anak korban masuk rumah sakit," ucapnya.

    Menurut pengakuan pelaku, tutur Helmy, mereka sudah mulai beraksi sejak 2012. Dari tangan pelaku, petugas menyita puluhan buku rekening dari berbagai Bank guna menampung hasil kejahatan mereka.

    "Pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman penjara di atas 5 tahun," tandas Helmy.

    [mtf]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Penipuan

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    Be Smart, Read More
    Back to the top
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Batal dilantik, Deputi V Staf Kepresidenan terganjal administrasi
  • Rupiah anjlok, BBM & gas naik, saatnya Jokowi rombak menteri ekonomi
  • Jelang uji kelayakan Kapolri, Badrodin Haiti diminta tak keluar kota
  • PKS: ISIS jangan terlalu dibesar-besarkan
  • Menkeu tak tahu Jokowi naikkan tunjangan DP kendaraan pejabat negara
  • Menkum HAM minta TNI pasok senjata buat petugas lapas dan rutan
  • Ketemu pembunuh bayaran, Mike Lucock tanya harga bunuh orang
  • Indonesia ikut evakuasi sesama warga ASEAN di Yaman
  • Mengintip makam dr Poch di Surabaya yang diyakini pusara Hitler
  • Baru 14 sekolah di Solo siap gelar Ujian Nasional daring
  • SHOW MORE