Mampukah sodetan ciliwung ke KBT atasi banjir Jakarta?

Reporter : Al Amin | Selasa, 22 Januari 2013 07:03

Mampukah sodetan ciliwung ke KBT atasi banjir Jakarta?
Banjir. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan pembangunan sodetan atau jalan pintas aliran kali, dianggap sebagai sebuah program yang non-struktural. Sodetan kali yang merupakan gagasan mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo dianggap tidak memikirkan pengaruhnya terhadap persediaan air tanah di Jakarta.


"Pada dasarnya, sodetan merupakan sebuah kebijakan untuk membuang air secepatnya ke laut," kata Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna saat dihubungi merdeka.com, Senin (21/1) malam.

Yayat mengatakan Pemprov DKI hanya berpikir secara pragmatis dengan tidak menahan air hujan. Selain itu, dia menambahkan pemerintah harus menambah lahan terbuka hijau yang dapat menampung air hujan.

Yayat menyayangkan sikap para pemimpin yang tidak mau belajar dari pengalaman. Yang ditakutkan dari pembangunan sodetan adalah, bakal adanya krisis air tawar saat musim kemarau tiba.

"Sodetan membuat aliran air langsung menuju ke laut. Akibatnya, air tidak tertahan di tanah. Di musim kemarau, krisis air tanah akan terjadi," jelasnya.

Dia juga tidak yakin, apakah rencana pembangunan sodetan yang mendapat anggaran sebesar Rp 500 milliar itu dapat berfungsi. Dia memberi contoh pembangunan Kanal Banjir Barat. Menurutnya, kanal yang digadang-gadang bakal menjadi penampung aliran air di Jakarta, justru luapan airnya menyebabkan banjir.

"Saya tidak yakin jika pembangunan sodetan di Kali Ciliwung menjadi solusi pemecahan banjir Jakarta," ujarnya.

Yang sekarang menjadi persoalan pemerintahan Jokowi saat ini adalah melakukan pembangunan non-struktural seperti sumur resapan, penghijauan, pengendalian pembangunan yang ketat, dan pembangunan yang merubah kawasan secara masif.

[ded]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Banjir Jakarta

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE