Mahasiswa UI jualan kue di depan rumah dinas Jokowi

Reporter : Nurul Julaikah | Jumat, 16 November 2012 17:23




Mahasiswa UI jualan kue di depan rumah dinas Jokowi
mahasiswa jualan kue di rumah dinas Jokowi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyambangi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) untuk menawarkan kue kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ). Rencananya, hasil penjualan kue-kuenya nanti untuk biaya acara image gathering 2012 atau acara keakraban antara mahasiswa baru dan senior di departemen teknik metalogi dan material UI.

"Tadi ke rumah dinas Jokowi tawarin kue-kue pengen mencoba kan bilang dia merakyat, benar enggak dia mau beli dan icip-icip. Tapi tadi yang ada penjaga rumah ya sudah akhirnya jualan ke mereka," ujar Fatimah di depan rumah Dinas Jokowi Jalan Taman Suropati nomor 7 Jakarta, Jumat (16/11).

Menurut Fatimah, penjaga di rumah dinas Jokowi tadi membeli risoles, bakwan jagung, tahu goreng, martabak, lemper dan combro dengan total Rp 20.000. "Tadi beli gorengan Rp 20.000, ada risol, bakwan udang, martabak, tahu, combro, lemper," jelas Fatimah.

Mereka berlima mengaku menyukai sosok Jokowi , sebab pengusaha mebel tersebut merakyat. "Harapannya Jokowi merakyat, dan percaya Jokowi merakyat karena Jokowi pernah bilang dalam kampanyenya kalau dia merakyat," jelas dia.

Sementara itu, ditanya soal harapannya ke mantan wali kota Solo ini, secara kompak kelima mahasiswa ini menjawab untuk dapat mengatasi macet. Tetapi salah satu mahasiswi bernama Lona ingin Jokowi dapat mengaplikasikan semua yang dijanjikan dapat direalisasikan.

"Bisa mengatasi macet, bisa mengaplikasikan apa yang diomongin. Ada trotoar, pedagang-pedagang di pinggiran rapi dan ada space parkir di gedung-gedung yang jarak antara jalan raya mepet," jelas dia.

Mereka juga berharap di Ibu Kota tidak dibangun mal-mal baru lagi, tetapi diperbanyak ruang terbuka hijau. "Tidak dibuat mal baru lagi dan dibuat taman-taman lagi," kata salah satu mahasiswi yang mengenakan kaos abu-abu, Ayu.

Ayu mengatakan, saat melihat peta Jakarta Tahun 2000 masih kelihatan hijau. Tetapi baru-baru ini, adik dia membeli peta Jakarta sudah terlihat cokelat.

Adapun mengenai adanya Kartu Pintar, Fatimah mewakili teman-temannya mengatakan agar alokasi dana untuk program tersebut benar-benar terserap, atau tidak ada korupsi. "Kalau menurut saya alokasi dana tidak disalahgunakan oleh pemerintah, tidak ada lagi WNI yang tidak sekolah dan tidak ada yang sakit. Semoga bukan wacana saja," ujarnya.

[has]

KUMPULAN BERITA
# Jokowi Ahok

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Datangi lokasi kecelakaan, belasan Marinir evakuasi truk
  • Truk Marinir kecelakaan di Buncit Raya, satu tentara terluka
  • Hantam palang jalur TransJ, truk Marinir loncat ke jalur sebelah
  • Cerita sahabat sehidup semati dari Uni Emirat Arab
  • Adi Nugroho - Donita masih rahasiakan lokasi pernikahan
  • Pabrik otomotif asal Ukraina minat ikuti lelang bus Transjakarta
  • Ariel Tatum nangis di ultah Al Ghazali?
  • Hemat BBM, pegawai Pemkot Solo kurangi perjalanan dinas
  • China terancam virus Flu Burung H5N6
  • Kepergok curi motor, Udin tewas dihajar pedagang Pasar Babakan
  • SHOW MORE