Ketua Panwaslu bantah tak netral dalam Pilgub DKI

Reporter : Henny Rachma Sari | Rabu, 19 September 2012 13:46




Ketua Panwaslu bantah tak netral dalam Pilgub DKI
panwaslu ramdansyah. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Panwaslu Jakarta, Ramdansyah dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh timses Jokowi-Ahok. Ramdansyah dinilai telah melakukan pelanggaran kode etik penyelenggaraan pemilu karena bersikap tidak netral.

Ramdansyah disebut tidak netral lantaran saat melaporkan dugaan pelanggaran iklan APPSI ke Polda Metro yang bersangkutan ditemani timses Foke-Nara. Namun Ramdansyah pun membantah hal tersebut.

"Dari kantor Panwaslu ke Polda Metro saya nebeng mobil TVRI bersama dengan junior saya di kriminologi Fisip UI bernama Subhan. Saya diturunkan di depan Polda Metro (pintu satu)," ujar Ramdansyah kepada wartawan, Jakarta, Rabu (19/9).

Di Polda pun Ramdansyah mengaku langsung ke Direskrimum dan langsung bertemu dengan wartawan cetak dan elektronik. Dirinya juga membantah datang bersama pelapor dalam hal ini timses Foke-Nara.

"Justru yang menjelaskan keberadaan timses Fauzi Bowo adalah para wartawan yang ada di depan Direskrimum Polda. Wartawan menyatakan bahwa timses ada di sentra pelayanan kepolisian (SPK). Saya mengontak timses bergeser dari SPK ke satuan keamanan negara (kamneg) Direskrimum," terangnya.

Setelah Timses Foke-Nara datang ke depan pintu Direskrimum, Ramdansyah langsung menuju ke Kamneg untuk konsultasi polisi dan menanyakan rekomendasi Panwaslu DKI yang sudah disampaikan hari Rabu 12 September 2012. Timses Foke-Nara lalu dimintai keterangan untuk pembuatan laporan polisi (LP). Dalam laporan polisi tersebut harus ada laporan rekomendasi Panwaslu terkait dengan laporan dugaan tindak pidana pemilukada,

"Itulah kenapa Panwaslu hadir di Polda Metro Jaya. Ketika pulang pun saya tidak bersama dengan timses tetapi nebeng bersama AKBP Daniel Bolli Tifauna, Kasat kamneg sampai Bundaran HI. Saat itu Daniel mau menuju Kedubes AS. Jadi kesimpulannya saya berada di Polda Metro untuk keperluan memberikan rekomendasi," imbuhnya.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Foke Vs Jokowi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT
Live Streaming, Jawaban Untuk Fans JKT48 Nun Jauh di Sana
Pembelaan pemerintah SBY saat subsidi BBM disebut bebani Jokowi
Kurangi makan nasi putih dan dapatkan 4 manfaat ini
Koalisi LSM nilai penahanan Florence 'lebay'
Obama baca puisi 'Cinta Gus Dur' di Muktamar PKB

Andrea Salas, WAGs Terbaru Real Madrid


Shadow Kings - Dark Ages

Wanita Yaman beri obat tidur pada anaknya biar tidak jadi nikah
5 Operasi plastik termahal yang tawarkan kecantikan instan
Masih perlukah screen protector untuk smartphone?
Kecanduan pakai sex toy, bujangan bisa tak mau menikah

Bentuk Rokok Istana Yang Beredar di Istana Presiden


Against the Wall

Tahan Florence, aparat Polda DIY dinilai sebarkan rasa takut
Ini kata para wanita soal hobi gunakan sex toy
Kisah di balik penahanan Florence
Pabrik ini klaim buat sex toy sangat mirip kelamin bintang porno

10 Tanaman Paling Mematikan Di Dunia


Viking Warfare

Mantan istri Andika The Titan & geger pose mesum berbaju PNS
Setelah boneka, kini marak sex toys bentuk kelamin bintang porno
Ini bukti ketegasan Bupati cantik Tetty Paruntu
Mengintip badong emas 1.163,09 gram milik Raja Tohjaya di Kediri
Wanita kesepian hingga lesbian di Jakarta ketagihan sex toy
Polisi dinilai terlalu cepat masukkan Florence ke dalam tahanan
Punya rekening gendut Rp 1,3 triliun, PNS Batam diciduk polisi
Wanita ini dibayar ratusan juta cuma buat uji sex toy
Berkali-kali minta maaf, Florence tetap masuk bui
Ini kata pria yang doyan pakai sex toy bintang porno
iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tough Warrior, Pasukan elite TNI lari 17 km bawa ransel 17 kg
  • Cak Imin: ISIS itu ikatan suami istri satu
  • Charlie Hunnam bakal bintangi remake 'Escape From New York'?
  • PU gelontorkan Rp 4,77 T buat koridor ekonomi barat Sumatera
  • Budayawan Butet SMS Kapolda DIY minta Florence dibebaskan
  • Senior PPP: SDA gak tahu diri, tersangka korupsi gak mau mundur
  • Obama: Jejaring sosial membuka mata dunia
  • JK ucapkan terima kasih para kiai NU ikut menangkan Jokowi
  • ISIS bikin kurikulum sendiri buat sekolah-sekolah di Suriah
  • Elite koalisi Jokowi-JK hadiri Muktamar PKB
  • SHOW MORE