Jokowi kesal DPRD lelet rekomendasi nama 2 wali kota

    Reporter : Nurul Julaikah | Selasa, 7 Mei 2013 15:21




    Jokowi kesal DPRD lelet rekomendasi nama 2 wali kota
    Jokowi. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

    Merdeka.com - Sudah hampir tiga bulan, wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat tidak memiliki wali kota, setelah beberapa waktu lalu dicopot dan mengundurkan diri. Kekosongan jabatan ini karena belum ada nama yang direkomendasikan dari DPRD DKI ke Pemprov.

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) kesal telah menunggu lama. Sebab molornya waktu dipastikan mengganggu jalannya pemerintahan. Meski demikian dia tak bisa berbuat apa-apa.

    "Nggak usah ditanya itu sudah pasti (mengganggu)," ujar Jokowi kesal di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/5).

    Menurutnya, Pemprov sudah dua kali melayangkan surat ke DPRD. Tapi sampai hari ini belum ada jawaban resmi.

    "Kok tanya ke saya? Kalau ada, besok saya lantik. Saya juga sudah kirim surat yang kedua secara resmi ke DPRD. Kan kita sudah ajukan 3 bulan. Tapi memang aturan etika politik nya seperti itu mau gimana lagi," keluhnya.

    Sebenarnya, lanjut Jokowi , jiwa mengacu pada pasal 19 ayat 2 Undang-Undang nomor 29 tentang ibu kota dan dalam penjelasan umum alinia tiga, surat rekomendasi DPRD untuk penunjukkan wali kota tidak diperlukan kecuali sifatnya sangat mendesak. Tapi Jokowi sebagai mitra berusaha menghargai.

    "Ya kita jaga hubungan. Oleh sebab itu kita serahkan surat kedua,"ucapnya.

    Jika sampai batas waktu yang ditentukan DPRD tak juga merekomendasikan nama, mau tidak mau Jokowi akan segera bersikap. Karena kekosongan orang nomor satu di wilayah tak bisa dibiarkan kosong terlalu lama.

    Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Made Karmayoga mengaku sudah coba mengkonfirmasi ke DPRD. Dan jawabannya, diminta menunggu.

    "Tadi saya tanya belum ditandatangani, sampai kapan ya tunggui saja pak. Nah terlalu lama tidak akan bagus. Bahwa perjalanan ini pembangunan harus lanjut walaupun harus ada Plt nya, sifatnya definitif," ujar Made.

    Sekadar mengingatkan, Anas Effendi, yang menjabat wali kota Jakarta Selatan dipecat dan dimutasi menjadi kepala Badan Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta. Sedangkan mantan Wali Kota Jakarta Barat, Burhanuddin, memilih mundur karena maju sebagai caleg.

    Kini posisi mereka dijabat Plt. Syamsudin Noor saat ini menjabat sebagai Plt Jakarta Selatan, sedangkan Sylviana Murni sebagai plt wali kota Jakarta Barat.

    [lia]
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Jokowi Copot Pejabat

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







    Komentar Anda


    Be Smart, Read More
    Back to the top

    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Ditutup, 16 orang resmi jadi calon hakim konstitusi
  • 2 Mahasiswa di Ciputat tewas usai tengak miras oplosan
  • Kisah Ahok & Djarot ikut PDIP ke China tak bawa uang banyak
  • Sempat diamankan, pengacara LBH akhirnya dilepaskan polisi
  • JK klaim pemilu Indonesia paling sukses dibandingkan negara lain
  • Usut kasus Bonaran Situmeang, KPK geledah perusahaan di Tapteng
  • Adian Napitupulu ngaku tak tidur di DPR, cuma merem 52 detik
  • Ini alasan Jakmode.com fokus pada fashion wanita
  • Robin Williams 'dihidupkan' lagi jadi seekor Anjing
  • Ikuti Hari Belanja Online Nasional, Rakuten kebanjiran order
  • SHOW MORE