Jokowi dan Ali Sadikin sama-sama idolakan Bung Karno

    Reporter : Ramadhian Fadillah | Selasa, 25 September 2012 12:24




    Jokowi dan Ali Sadikin sama-sama idolakan Bung Karno
    Soekarno. ©2012 Merdeka.com/dok

    Merdeka.com - Sosok gubernur legendaris Jakarta Ali Sadikin punya beberapa kesamaan dengan Joko Widodo. Selain sama-sama senang turun ke lapangan, keduanya ternyata sama-sama mengidolakan Soekarno.

    Ali Sadikin sejak muda mengidolakan Soekarno. Soekarno pun menyukai Ali Sadikin yang menurutnya keras kepala alias koppig. Karena Ali Sadikin keras kepala, maka dia dipilih Soekarno. Jakarta butuh pemimpin yang keras kepala, bukan yang lembut dan cengeng.

    "Jakarta membutuhkan seorang yang keras kepala untuk menertibkan para ndoro ayu dan tuan-tuan yang suka seenaknya perutnya saja. Kelak suatu hari orang akan mengenang apa yang dilakukan Ali Sadikin," ujar Soekarno saat pelantikan Ali Sadikin tanggal 28 April 1966.

    Soekarno kemudian jatuh digantikan Soeharto. Presiden pertama ini ditahan Soeharto di Wisma Yaso, Jl Gatot Soebroto, Jakarta. Tak ada yang berani mengunjungi Soekarno kala itu di tahanan. Tapi Ali Sadikin berani mengunjungi Soekarno. Bang Ali terpukul melihat kondisi Soekarno yang sakit-sakitan. Wisma Yaso pun kotor dan berdebu. Dia kecewa kenapa seorang pahlawan diperlakukan seperti penjahat.

    Ketika Soekarno meninggal, Bang Ali sangat sedih. Sebagai wujud penghormatan, dia memasang foto Soekarno berukuran besar di rumahnya. Padahal Orde Baru gencar melarang segala hal yang berhubungan dengan Soekarno.

    Lain lagi dengan Jokowi. Wali Kota Solo yang diunggulkan menang di Pilgub DKI Jakarta ini memegang teguh pesan Soekarno.

    Jokowi mengaku sangat suka dengan cara berpikir Bung Karno. Terutama prinsip trisakti yang selalu menjadi dasar dan landasan Bung Karno dalam memimpin negara.

    "Saya selalu ingat trisakti-nya Bung Karno. Berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam budaya," ujar saat memperingati Bulan Bung Karno di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/6).

    Calon gubernur DKI Jakarta yang diusung PDIP ini mengatakan selalu mengingat perjuangan Bung Karno dalam membangun Indonesia saat awal-awal kemerdekaan.

    "Saya ingat Bung Karno membangun Monas sebagai line up Jakarta yang tidak kalah dengan menara Eiffel di Paris. Ini adalah cara Bung Karno dalam membangun Indonesia. Saya bangga sebagai bangsa Indonesia, bangga di Jakarta," ucapnya.

    [ian]


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    Komentar Anda


    Be Smart, Read More
    Back to the top

    Today #mTAG iREPORTER

    LATEST UPDATE
  • Pengusaha ingin ada Menteri Koordinator Maritim
  • PDIP harap Jokowi setuju usulan nama Kabinet Trisakti
  • Apa jadinya jika Babe Cabita potong botak?
  • Ahok bakal 'blusukan' lihat tanggul laut ke Rotterdam
  • Ini kata dosen Matematika ITB soal PR Matematika anak kelas 2 SD
  • PMI Solo salurkan 500 tangki air ke daerah krisis air bersih
  • Polda Kalbar tangkap istri AKBP Idha terkait jual beli tanah
  • Akhir September, tarif batas atas pesawat naik 10 persen
  • Usai diautopsi, jenazah teroris yang ditembak mati dipulangkan
  • Korban pelecehan seksual Satpol PP Bekasi mengaku diancam
  • SHOW MORE