Jokowi-Ahok didemo anak SD di Balai Kota

Reporter : Muhammad Mirza Harera | Senin, 5 November 2012 12:02




Jokowi-Ahok didemo anak SD di Balai Kota
Jokowi-Ahok didemo. Arie Basuki ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekitar 50 warga Kebon Nanas, Jakarta Timur, penghuni komplek kuburan China melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta. Mayoritas demonstran dari ibu-ibu dan anak-anak SD.

"Kami mau digusur dan sekarang minta kejelasan soal penggusuran. Dulu mau digusur sama Foke ( Fauzi Bowo ). Tapi sekarang anak-anak sedang ujian, jadi kami minta penjelasan soal permukiman kami," kata Andayan, salah satu warga Kebon Nanas di depan Balai Kota Jakarta, Senin (5/11).

Andayan mengaku, selama ini memang diberi kelonggaran. Karena ada pergantian gubernur, maka warga minta kejelasan agar tidak digusur.

"Kami minta dikasih tempat baru. Kasihan soalnya anak-anak sedang ujian. Kalau ga ada rumah pendidikan anak-anak terganggu," ujar dia.

Anak-anak yang ikut demo terlihat masih memakai seragam sekolah. Mereka membawa poster dari bekas kardus bertuliskan meminta agar Jokowi tidak menggusurnya.

Selama ini warga menempati tanah milik Pemprov DKI. Tanah itu berdekatan dengan kompleks kuburan China.

Sementara saat dimintai tanggapan perihal aksi demo ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan selama pemerintah plek kuburan China melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta. Mayoritas demonstran dari ibu-ibu dan anak-anak SD.

"Kami mau digusur dan sekarang minta kejelasan soal penggusuran. Dulu mau digusur sama
Foke (Fauzi Bowo). Tapi sekarang anak-anak sedang ujian, jadi kami minta penjelasan soal permukiman kami," kata Andayan, salah satu warga Kebon Nanas di depan Balai Kota Jakarta, Senin (5/11).

Andayan mengaku, selama ini memang diberi kelonggaran. Karena ada pergantian gubernur, maka warga minta kejelasan agar tidak digusur.

"Kami minta dikasih tempat baru. Kasihan soalnya anak-anak sedang ujian. Kalau ga ada rumah pendidikan anak-anak terganggu," ujar dia.

Anak-anak yang ikut demo terlihat masih memakai seragam sekolah. Mereka membawa poster dari bekas kardus bertuliskan meminta agar Jokowi tidak menggusurnya.

Selama ini warga menempati tanah milik Pemprov DKI. Tanah itu berdekatan dengan kompleks kuburan China.

Sementara saat dimintai tanggapan perihal aksi demo ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan selama pemerintah Jokowi tidak ada penggusuran. Dia meminta, jika ada warga yang akan digusur, diminta melaporkan.

"Selama bapak (Jokowi) menjabat, tidak ada yang namanya penggusuran," kata Ahok China melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta. Mayoritas demonstran dari ibu-ibu dan anak-anak SD.

"Kami mau digusur dan sekarang minta kejelasan soal penggusuran. Dulu mau digusur sama
Foke (Fauzi Bowo). Tapi sekarang anak-anak sedang ujian, jadi kami minta penjelasan soal permukiman kami," kata Andayan, salah satu warga Kebon Nanas di depan Balai Kota Jakarta, Senin (5/11).

Andayan mengaku, selama ini memang diberi kelonggaran. Karena ada pergantian gubernur, maka warga minta kejelasan agar tidak digusur.

"Kami minta dikasih tempat baru. Kasihan soalnya anak-anak sedang ujian. Kalau ga ada rumah pendidikan anak-anak terganggu," ujar dia.

Anak-anak yang ikut demo terlihat masih memakai seragam sekolah. Mereka membawa poster dari bekas kardus bertuliskan meminta agar Jokowi tidak menggusurnya.

Selama ini warga menempati tanah milik Pemprov DKI. Tanah itu berdekatan dengan kompleks kuburan China.

Sementara saat dimintai tanggapan perihal aksi demo ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) memastikan selama pemerintah Jokowi tidak ada penggusuran. Dia meminta, jika ada warga yang akan digusur, diminta melaporkan.

"Selama bapak ( Jokowi lek kuburan China melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta. Mayoritas demonstran dari ibu-ibu dan anak-anak SD.

"Kami mau digusur dan sekarang minta kejelasan soal penggusuran. Dulu mau digusur sama
Foke (Fauzi Bowo). Tapi sekarang anak-anak sedang ujian, jadi kami minta penjelasan soal permukiman kami," kata Andayan, salah satu warga Kebon Nanas di depan Balai Kota Jakarta, Senin (5/11).

Andayan mengaku, selama ini memang diberi kelonggaran. Karena ada pergantian gubernur, maka warga minta kejelasan agar tidak digusur.

"Kami minta dikasih tempat baru. Kasihan soalnya anak-anak sedang ujian. Kalau ga ada rumah pendidikan anak-anak terganggu," ujar dia.

Anak-anak yang ikut demo terlihat masih memakai seragam sekolah. Mereka membawa poster dari bekas kardus bertuliskan meminta agar Jokowi tidak menggusurnya.

Selama ini warga menempati tanah milik Pemprov DKI. Tanah itu berdekatan dengan kompleks kuburan China.

Sementara saat dimintai tanggapan perihal aksi demo ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok

[has]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Jokowi Ahok

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Akbar: Saya tidak ikhlas kalau Golkar terjadi perpecahan
  • Batal ke Kampung Sagu, Jokowi nginap di Pekanbaru
  • KPK anggap remeh kabar perpecahan internal
  • Korban pelecehan Raja Solo melahirkan bayi laki-laki
  • Internal KPK dikabarkan tegang karena konflik pegawai-pimpinan
  • Filipina hormati sikap Indonesia tangkap nelayan asing
  • Selalu sempurna, inilah senjata rahasia supermodel Kate Moss
  • Pelaku pariwisata was-was Munas Golkar digelar di Bali
  • Sehari makan 4 kali, rumus kemiskinan tak berlaku di Sulut
  • Ponsel pertama berbasis Windows Phone 10 bakal rilis Maret 2015?
  • SHOW MORE