Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jalan terjal masih harus dilalui Jokowi

Jalan terjal masih harus dilalui Jokowi Jokowi di cipulir. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai, pasangan Jokowi-Ahok belum tentu menang mudah dalam putaran kedua Pilgub DKI meski unggul di putaran pertama. Sebab, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi perubahan suara.

"Ada tiga teori, satu teori sosiologis, psikologis dan teori pemilih rasional. Kalau rasional Jokowi-Ahok, tapi kalau urusan psikologis dan sosiologis Jokowi-Ahok belum tentu menang mudah," kata pengamat politik Burhanuddin dalam diskusi di Komplek DPR Jakarta, Minggu (15/7).

Apalagi, dalam hitungan cepat selisih antara perolehan pasangan Jokowi-Ahok dan Foke-Nara tidak terlalu besar, hanya 10-12 persen. "Tapi kalau dilihat ketika hanya dua calon, exit poll selisihnya akan 6 persen," ujar Burhanuddin.

Burhan juga menganalisa peta dukungan dari partai politik. Dia memperkirakan, pada putaran kedua Partai Golkar tidak akan menjual suara ke pasangan calon gubernur. Golkar kemungkinan memilih netral.

"Tapi untuk PKS, saya masih melihat kegamangan, dan kegamangan itu terlihat di tingkat massa juga. Jadi, Jokowi mesti kerja keras meskipun kalau bicara sekarang, momentum jauh ada di tangan Jokowi, bukan di tangan Foke," ujar dia.  (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP