Isu SARA tak akan laku di putaran kedua Pilgub DKI

Reporter : Nurul Julaikah | Jumat, 20 Juli 2012 17:46

Isu SARA tak akan laku di putaran kedua Pilgub DKI
Pilkada. www.antaranews.com

Merdeka.com - Isu SARA yang digunakan para calon gubernur DKI Jakarta untuk meraih simpati dukungan masyarakat tidak akan berpengaruh. Pasalnya, Jakarta sebagai ibu kota negara dipenuhi berbagai ragam etnis, suku dan budaya.

"Interaksi dari berbagai etnis dan budaya ini akan melemahkan warga DKI Jakarta untuk mengangkat isu-isu primodialisme, dan sejarahnya di DKI Jakarta ratusan tahun bukan hanya orang Betawi yang tinggal, tapi sudah banyak suku lain yang tinggal di Jakarta ini," kata Dosen Filsafat dan Teori Psikologi Kepribadian Fakultas Psikologi UI Bagus Takwin.

Hal itu disampaikan Bagus dalam diskusi 'Makna Pemilukada Jakarta', di ruang Pressroom DPD, Jakarta, Jumat (20/7).

Dia mengemukakan, masyarakat Jakarta yang majemuk berbeda dengan masyarakat Papua. Di Jakarta semua lapisan masyarakat menikmati pembangunan, namun di Papua yang lebih menikmati masyarakat pendatang.

"Jika masyarakat pendatang di Papua diberi kesempatan untuk menjadi gubernur atau wali kota atau bupati maka pendatang akan memenangi Pemlikuda di Papua, dan ini sangat tidak adil. Berbeda dengan di Jakarta," ujar Bagus.

Masyarakat asli Jakarta hanya sekitar 27 persen, sehingga bila dikomposisi masyarakat Jakarta secara global, maka Betawi termasuk minoritas. "Pemilukada DKI Jakarta menjadi contoh bagi daerah lain," tandasnya.

[did]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Pilgub DKI

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE