Merdeka.com tersedia di Google Play


Cerita duel klasik siswa SMA Yake versus SMK Kartika Zeni

Reporter : Yulistyo Pratomo | Kamis, 27 September 2012 13:21


Cerita duel klasik siswa SMA Yake versus SMK Kartika Zeni
ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Tawuran antara siswa SMA Yayasan Karya 66 (Yake) dengan siswa SMK Kartika Zeni (KZ) tidak saja terjadi kemarin. Beberapa kali, kejadian serupa kerap terjadi.

Terakhir, tawuran terjadi di Jalan Dr Saharjo Raya Rt 01/7, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Tawuran itu menewaskan satu siswa, Deni Januar, siswa kelas XII SMA Yake.

SMA Kartika Zenie yang terletak di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur itu kerap melakukan penyerangan ketika melintas di Jalan Saharjo. "Paling sering KZ, julukan SMK Kartika Zenie, beberapa kali tapi enggak sering, terakhir sudah sebulan lebih," kata siswa kelas XI SMA Yake, Fadli di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

Kedua sekolah ini diakui merupakan musuh bebuyutan meski lokasinya tidak berdekatan. Penyerangan terjadi ketika pelajar dari SMK KZ pulang sekolah dengan menggunakan bus dan melintas di Jalan Saharjo.

"Mereka suka nyerang karena memang sering lewat sini (Jalan Saharjo), kalau pulang mereka numpang bus Metromini," ujarnya.

Meski demikian, sekolah yang menjadi musuh SMA Yake tidak hanya SMK KZ saja, masih ada sejumlah sekolah lainnya dan kerap tawuran jika bertemu di tengah jalan. "Ada banyak, (paling sering) yang kemarin (KZ)," kata siswa kelas XI SMA Yake, Nofal.

Sementara itu, Wali Kelas XII IPS 1 SMA Yake, Joner mengatakan, posisi sekolah yang terletak persis di pinggir jalan membuat sekolah ini kerap mendapatkan serangan dari sekolah lainnya. Namun, sekolah ini sudah melakukan kebijakan guna menghindari siswanya melakukan pembalasan atau penyerangan kepada sekolah lain.

"Kalau mereka pulang sekolah pasti kami antar, kami pernah mengantar paling jauh ke Kampung Melayu. Kebetulan ini kejadiannya sudah di luar sekolah dan dekat dengan rumah almarhum," ujar Joner yang juga Wali Kelas Denny.

Joner mengaku, sekolahnya tidak memiliki musuh dengan sekolah lainnya. "Kami tidak ada musuh, enggak ada balas dendam dari sekolah (SMA Yake)," ujar dia.

Pelaku harus dihukum berat

Sejumlah kerabat Alm. Deni Januar mengaku lega karena aparat kepolisian berhasil menangkap pembacok rekannya. Mereka meminta agar para pelaku dapat dihukum berat karena menghilangkan nyawa.

"Kalau bisa pelaku jangan sampai keluar penjara, inginnya sih hukum seumur hidup," ujar tetangga korban, Agung di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

Agung mengatakan, korban tidak pernah mengikuti pelbagai aksi tawuran karena selalu kembali ke rumahnya usai pulang sekolah. Terlebih, korban merupakan teman baiknya sejak kecil, atas alasan itu pula ia mengaku mengaku menyimpan sedikit dendam terhadap pembacok rekannya itu.

"Kalau ketemu rasanya ingin mukul sedikit, nyubitin pelakunya," akunya dengan mata memerah usai menyaksikan proses pemakaman.

Sementara, kekasih korban Indah Nurmalasari mengaku tidak menyimpan dendam atas kepergian Deni. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum untuk menghukum pelaku atas perbuatannya tersebut. "Enggak (dendam), cukup dihukum saja. Saya yakin lah (polisi menghukum) seadil-adilnya," ujarnya.

[has]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kenakalan Remaja, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kenakalan Remaja.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Smartphone dan ponsel dengan harga jual di atas Rp 100 juta
  • Ikut kampanye PKS, PNS dihukum 2 bulan penjara
  • APBD DKI Jakarta belum cair pembongkaran villa di Bogor tertunda
  • SDA tak masalah dilengserkan lebih cepat dari ketua umum PPP
  • Ditunggu sampai tutup, PKB dan PBB tak lapor dana kampanye
  • Modal kampanye Rp 300 juta, Aceng Fikri melenggang ke Senayan
  • Robert pasang badan demi amankan duit Budi Sampoerna di Century
  • Ahok: Konyol, bus iklan Win-HT tak bayar pajak
  • PKB klaim dapat 20 kursi di DPRD Jatim, PDIP cuma 17 kursi
  • Waspada, ini ciri-ciri paedofil
  • SHOW MORE