Cegah video porno, Pemprov DKI larang siswa bawa HP ke sekolah

Reporter : Nurul Julaikah | Kamis, 31 Oktober 2013 16:10




Cegah video porno, Pemprov DKI larang siswa bawa HP ke sekolah
Siswa SD coret seragam. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tersebarnya video porno yang diperankan siswi SMA 4 Jakarta membuat Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan baru, yakni setiap pelajar dilarang membawa telepon genggam atau alat komunikasi lainnya ke lingkungan sekolah.

Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk mencegah terulangnya pembuatan video porno seperti yang terjadi di SMA 4 Jakarta. Terlebih, setiap sekolah telah memiliki fasilitas pendukung bagi para siswa selama mengikuti kegiatan belajar dan mengajar.

"Kita melarang pelajar menggunakan gadget selama di sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, di Balai Kota Jakarta, Kamis (31/10).

Demi mendukung larangan ini, Taufik mengaku sudah memberikan instruksi kepada kepala sekolah di DKI Jakarta untuk mensosialisasikannya kepada orang tua murid. Sebagai gantinya, pihak sekolah pun sudah menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan para siswa.

"Kalau orang tua mau telepon anaknya saat di sekolah, tidak usah telepon langsung. Orang tua bisa telepon pihak sekolah. Saya sudah instruksikan pihak sekolah memfasilitasi itu. Jadi si anak bisa belajar di sekolah dan terawasi," jelasnya.

Terkait sanksi yang akan diberikan jika masih ada siswa yang didapati membawa gadget ke dalam lingkungan sekolah, Taufik mengamininya. Namun, bentuknya diserahkan kepada masing-masing sekolah.

Larangan ini, lanjut Taufik, sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu. Namun tak berjalan sebagaimana mestinya. "Saya tidak tahu. Saya sudah instruksikan kembali kepala sekolah untuk menerapkan kembali," katanya.

Dalam mengoperasikan gadget atau alat komunikasi, Taufik mengakui para siswa memiliki kemampuan yang melebihi orang dewasa. Agar tidak disalahgunakan, ia memerintahkan kepada sekolah untuk segera memberikan pengarahan saat berlangsungnya upacara bendera.

"Kita coba beri pemahaman penggunaan teknologi agar mereka tidak salah. Kita beri pengarahan saat upacara bendera dan disela-sela pelajaran. Tidak mungkin menyiapkan materi khusus karena jam belajar mereka sangat padat," jelasnya.

[tyo]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Garuda kurang pilot, Dahlan cerita kegagalan membajak pilot ATR
  • Citibank ingat Jokowi tidak salah pilih kabinet
  • Gangguan mental, keponakan tega bacok kepala pamannya
  • Jokowi minta saran CEO Citigroup soal prospek bisnis investasi
  • Pandangan tertutup asap, speedboat kecelakaan 1 tewas & 17 luka
  • Mendag: Terima Kasih Toyota, Daihatsu, Anda sudah bikin macet!
  • Kasus Alkes Banten, KPK periksa Kepala Cabang Bank Mandiri
  • Premiere, drama Rain - Krystal tak mampu puncaki rating
  • Smartphone-smartphone murah ini jadi pesaing Android One di Asia
  • Penjualan mobil di Indonesia tumbuh subur sejak 2006
  • SHOW MORE