Audit JLNT dari BPK butuh konfirmasi dari Kementerian PU

Reporter : Nurul Julaikah | Senin, 27 Mei 2013 13:34




Audit JLNT dari BPK butuh konfirmasi dari Kementerian PU
Proyek jalan layang non tol Kp melayu-Tanah abang. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap proyek Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang masih memerlukan konfirmasi dari bagian teknis Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Proyek JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang itu memiliki tiga paket pembangunan, yakni di Jalan Casablanca, Jalan Prof Dr Satrio dan Mas Mansyur.

Audit butuh konfirmasi dari Kementerian PU karena untuk pembangunan paket JLNT di Jalan Prof Dr Satrio terindikasi ada penyelewengan anggaran Rp 20 miliar.

"Ndak ndak, kalau dari BPKP sudah selesai ya 21 Mei kemarin sudah, tetapi kan konfirmasi dari kementerian PU belum selesai, jadi kalau BPKP sudah selesai," ujar Kepala BPKP Mardiasmo di Balai Kota Jakarta, Senin (27/5).

Menurut dia, koordinasi dengan Kementerian PU diperlukan, mulai dari Detail Enginering Desain (DED), proses lelang dan sebagainya. Dengan demikian konfirmasi dari Kementerian PU akan menghasilkan audit secara komprehensif.

"Ya nanti kita nanti lah setelah di komperehensifkan dari PU, kalau belum, kita belum berani buka," terangnya.

Mardiasmo menjelaskan, konfirmasi teknis kepada Kementerian PU berupa pembangunan fisik seperti DED, kemudian fisik bangunan yang terpasang apa saja, termasuk jenis material.

Namun demikian dia memastikan Juni nanti laporan hasil audit yang akan disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta selesai. "Ya nanti. Itu kan bukan molor tetapi kan memang kita pengen secara cermat. Ya targetnya Juni selesai," ucapnya.

Sedangkan untuk pembayaran hutang Pemprov kepada Istaka Karya sebagai penggarap proyek tersebut hingga kini masih menunggu hasil audit.

"Ya maka dari itu jangan dibayarkan dulu, cuma hasil audit dari BPKP sudah selesai, tapi kita menunggu konfirmasi dari kementerian PU, sebagai kementerian teknis. Supaya akurat dan komperehensif," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan saat ini belum mendapatkan hasil audit dari BPKP. Namun, pembayaran hutang kepada Istaka Karya masih menunggu hasil audit.

"Udah diaudit akan langsung bayar, begitu audit selesai langsung kita bayar. Kita ga bisa desak, yang pasti selesai audit langsung kita bayar," kata Ahok menegaskan.

[mtf]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Anggota DPD terpilih harus tuntaskan kesenjangan sosial
  • Fadel berdoa agar dipilih jadi calon ketua DPR
  • Review: Lagi-lagi Bayern menang tipis
  • Ternyata tak hanya pria, wanita juga suka pandangi payudara
  • Dengan kekayaan hingga triliunan, orang-orang ini dikenal pelit
  • Marak kasus sodomi, 2 siswa SMP buat celana dalam anti-pelecehan
  • PKS sebut Perppu Pilkada bentuk ketakutan SBY
  • Kritik DPR soal RUU Pilkada,game 'Bersihkan Wakil Rakyat' muncul
  • Orang tua di Australia miliki anak bernama ISIS
  • 5 Selebriti ini lahir dari ibu yang masih ABG
  • SHOW MORE