Alasan Ahok gelar lelang jabatan kepala sekolah

    Reporter : Nurul Julaikah | Sabtu, 13 Juli 2013 01:05




    Alasan Ahok gelar lelang jabatan kepala sekolah
    Ahok. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

    Merdeka.com - Setelah melakukan lelang jabatan atau seleksi dan promosi terbuka untuk camat dan lurah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan lelang jabatan untuk kepala sekolah. Sebab, selama ini, kepala sekolah dipilih berdasarkan usulan dari guru-guru yang tidak diketahui kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah.

    "Guru kan begitu banyak, kamu tahu enggak guru mana yang pantas jadi kepala sekolah? Kan hanya usulan-usulan mereka. Kita enggak tahu mereka pinter ngajar, pinter jadi kepala sekolah atau pinter ngelobi. Nah, kalau ada tes itu langsung kita tahu nih potensi yang layak jadi kepala sekolah berapa," ungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/7).

    Menurutnya, adanya lelang jabatan untuk kepala sekolah ini dapat diketahui potensi guru yang layak sebagai kepala sekolah dan tidak. Sehingga, hasilnya guru yang tidak pantas menjadi pengajar akan ditempatkan di bagian struktural.

    "Makanya ngapain kita banyak terima pegawai, nah hari ini kita tidak punya peta, kita mau terima pegawai, ada yang bilang kurang, kurangnya yang mana sebenernya," katanya.

    Selain itu, hasil dari seleksi dan promosi terbuka ini juga dapat menempatkan guru sebagai camat. Pasalnya, penerimaan CPNS tergantung dari keputusan pemerintah pusat, oleh karenanya harus pintar untuk menempatkan PNS sesuai kemampuan masing-masing dan bukan asal melakukan rekruitmen.

    "Nah, kalau udah ada tes, nanti ketahuan nih. Oh, jadi kita kurangnya ini. Soalnya itu banyak guru, yang ternyata tidak pantas jadi guru. Dia lebih cocok jadi camat gitu kan misalnya, padahal kita belum buka kan, karena penerimaan PNS kan tergantung pusat. Nah ini mesti kita tes dulu, kita punya data, baru tahun depan kita putusin lagi," jelasnya.

    Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan proses lelang jabatan untuk kepala sekolah tidak akan melanggar peraturan sebab penentu adalah Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang juga melibatkan walikota. Tujuan dilakukan hal tersebut untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh guru.

    "Kita saja mau jadi masuk sekolah dan jadi wagub harus tes, psikotest berjam-jam. Boleh kan kita mau tahu. Jadi yang menentukan siapa? Baperjakat kok tetap, wali kota tetap dilibatkan, semua dilibatkan, Baperjakat tetap dan tidak melanggar peraturan," katanya.

    Hal yang sama juga diberlakukan untuk melelang jabatan kepala puskesmas. Menurutnya, siapa pun yang tertarik untuk menjadi kepala puskesmas dapat silahkan daftar bagi PNS Pemprov yang memenuhi persyaratannya.

    "Kayak di Belitung gitu. Apa konsep-konsepnya, wah mungkin banyak tuh yang mau jadi kepala dinas, mesti seru kan," ucapnya.

    Lelang jabatan untuk kepala sekolah sudah dimasukan dalam APBD sehingga tidak memerlukan anggaran dari CSR. Namun, ia belum mengetahui berapa anggaran yang dikeluarkan untuk prosesi lelang jabatan kepala sekolah tersebut.

    Ahok menegaskan ada niatan untuk melakukan lelang jabatan untuk kepala dinas, tetapi hanya beberapa. "Kita itu ada niat. Kepala dinas mungkin akan kita lelang, tapi kita pilih beberapa," tandasnya.

    [bal]


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







    Komentar Anda


    Smart people share this
    Back to the top


    Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
    TOP 10 NEWS
    Most Viewed Editors' Pick Most Comments

    TRENDING ON MERDEKA.COM

    LATEST UPDATE
  • Pemimpin tertinggi Iran sebut Israel 'anjing gila'
  • Poempida akui kelemahan open house JK berakibat remaja tewas
  • Berjubah mewah di Madinah, Syahrini malah dikira tenda pramuka
  • Sukses jaga stabilitas harga, ekonom minta pemerintah tak lengah
  • Leeteuk kembali, giliran Shindong siap wajib militer
  • Suasana Lebaran warga Riau terganggu akibat kebakaran hutan
  • Wanita di Pakistan dibunuh terkait kasus penghujatan di Facebook
  • Ternyata ini film impian Olga Syahputra
  • Welcome back, Leeteuk resmi akhiri wajib militer!
  • Cleverley siap eksploitasi kelemahan Vidic
  • SHOW MORE