Ahok tegaskan Monas Fair hanya digelar 10 hari

Reporter : Nurul Julaikah | Kamis, 11 Juli 2013 11:32




Ahok tegaskan Monas Fair hanya digelar 10 hari
Ahok buka PRJ tandingan di Monas. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Monas Fair 2013 yang diselenggarakan di Monas, Jakarta Pusat hanya mendapatkan izin penyelenggaraan selama 10 hari saja. Padahal pihak penyelenggara dari swasta telah menetapkan penyelenggaraan Monas Fair selama sebulan, mulai 10 Juli hingga 4 Agustus 2013.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui penyelenggara Monas Fair 2013 adalah sebuah event organizer (EO) atau pihak swasta. Lalu EO tersebut meminta izin kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI.

"Monas Fair bukan punya kita. Karena itu kami memang tidak diajak buka Monas Fair. Dia kan minta izin ke Dinas Pertamanan. Jadi bukan kerjasama, dia minta izin," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/7).

Pemprov DKI mendukung kegiatan apa pun yang digelar di Monas seperti Monas Fair 2013, selama pihak penyelenggara tidak ada iklan. Tetapi, Ahok tidak bisa menerima kalau durasi penyelenggaraan ditambah secara sepihak dari izin yang diberikan Pemprov DKI.

"Kita dukung kalau dia tidak ada iklan, tidak apa-apa kan. Tidak ada satu bulan penyelenggaraannya. Kita hanya beri izin 10 hari. Dinas Pertamanan hanya beri waktu penyelenggaraan 10 hari," jelasnya.

Ahok menegaskan, Monas Fair 2013 bukan milik Pemprov DKI. Sehingga kalau ada pelanggaran yang dilakukan pihak penyelenggara maka Pemprov DKI berhak melakukan evaluasi. Serta Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI berhak tidak memberikan izin penyelenggaraan lagi kepada E0 tersebut.

"Makanya itu tidak benar penyelenggaraannya. Tidak ada izin untuk menyelenggarakan sebulan. Dia kan cuma dapat izin dari Dinas Pertamanan. Mana boleh digelar 1 bulan tapi izinnya cuma 10 hari. Ini tidak benar. Nanti tanya sama Biro KDH saja. Jadi kalau ada pelanggaran, kita akan evaluasi. Berarti nanti dinas nggak boleh izinkan lagi. Dia tidak bisa complain, karena tempat milik kita," jelasnya.

Mantan anggota Komisi II DPR ini menilai ada kejanggalan dalam penyelenggaraan Monas Fair. Salah satunya, pembahasan belum selesai, pihak penyelenggara sudah mengirim barang ke Monas. Bahkan, EO itu sudah pernah rapat dengan Dewan. Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI tetapi hasilnya tidak pernah dilaporkan ke Pemprov DKI.

"Dia cuma minta izin sama kita. Dia masukin surat. Kita belum bahas, dia sudah kirim masukin barang. Bagaimana mau dibahas. Lalu dia rapat dengan Dekranasda, tapi tidak pernah ada hasilnya. Tidak lapor sama kita. Saya nggak tahu, mungkin sama Pak Gubernur," terangnya.

[bal]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Politikus Demokrat tak rela pemuda apatis pada politik
  • Dituduh terlibat aksi pembajakan Sony Pictures, Korut bereaksi!
  • Curi ikan, 2 kapal berbendera Papua Nugini ditenggelamkan TNI
  • Cyrus: Publik nilai Menteri Puan tak punya kinerja menjanjikan
  • Penjahat kambuhan, sebulan sekali pria AS ini ditangkap polisi
  • Gempa 6,1 SR guncang Halmahera Barat
  • Cyrus: Jokowi-JK tak punya kontrol ke parpol anggota KIH
  • Pembangunan Bandara Matahora bikin Wakatobi kebanjiran wisatawan
  • 3 Spesialis pencuri ban serep mobil dan truk dibekuk polisi
  • Hibur warga Solo, anggota Kopassus freestyle sepeda motor
  • SHOW MORE