Ahok soal wisma atlet: Kalau memang PPK Kemayoran jago, kami lepas!
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku bakal cuek bila pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta batal. Sebab, kata dia, DPR dalam hal ini Komisi II tak ada niatan baik mendukung terkait pembangunan wisma atlet di kompleks Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dia menegaskan, kalau pengelola Kemayoran memang mampu membuat wisma atlet tanpa bantuan DKI dia tak masalah. Dia tak akan ngotot lagi meminta lahan Kemayoran milik Setneg diberikan ke Pemprov DKI.
"Kalau memang PPK Kemayoran memang jago, kami lepas. Anda tawarin saja pengusaha yang bangun di sana. Toh yang penting fungsi sama," kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/12).
Ditambahkannya, dirinya mengaku memperjuangkan lahan Kemayoran untuk wisma atlet agar ke depannya bisa dirasakan rakyat alias tidak dikomersilkan. Apalagi, dirinya telah mendapatkan instruksi dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla, untuk menertibkan kawasan kumuh di utara Jakarta.
"Kalau dia (wisma) sebagai rusun yang tanahnya dimiliki DKI, maka ada keppres-nya DKI beli kembali sebagai rusun. Supaya Jakpro nya enggak rugi. Kita cuma pinjem dia (lahan Kemayoran), bangun (wisma atlet), lallu kami beli kembali," jelasnya.
"Tugas saya kan diminta Pak Wapres. Pak Wapres tidak ingin melihat seluruh kawasan Kemayoran jadi komersial. Yang miskin, yang rumah kumuh daerah utara ini berantakan sampai ke Tanjung Priuk. Dari Pademangan semua berantakan. Pak Wapres bilang, bapak bisa enggak ini semua kawasan kumuh dirapikan? Saya bilang bisa pak, asal ada tanah deket sana, saya bangunin rusun. Nanti saya pindahin," tambah Ahok.
Bahkan, saking risih melihat bangunan kumuh di kawasan Utara Jakarta, JK sampai menawarkan pada Ahok untuk memakai lapangan di daerah Kemayoran yang biasanya dipakai untuk bermain golf. Lahan itu bisa dipakai untuk fasos fasum warga di kawasan utara Jakarta.
"Kata Pak Wapres, itu lapangan golf yang main hanya 30 orang sehari. Kamu ubah aja jadi lapangan bola. Bikin taman atau lapangan bola. Sanggup pak, saya bilang saya sulap. Tapi bagaimana masa jabatan saya kan Oktober 2017, enggak boleh kerjakan proyek multiyears, anda terpilih kembali pun enggak boleh multiyears," beber dia.
"Jadi caranya minta Pak Presiden keluarkan surat BUMN/BUMD bangun sesuai appraisal, agar dinas boleh beli kembali. Pak wapres setuju, Presiden setuju, keluarkan surat. Makanya kita tugaskan Jakpro untuk membangun, udah selesai bangun dipinjemin, kan rugi dia nih nyewain Rp 15.000 rugi dong sehari. Makanya kami beli balik. Kami mensubsidi 80 persen, seperti rusun yang lain. Itu aja sebetulnya," pungkas Ahok.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya