Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok sebut Sunny tak ikut Ahok Center, tapi CDT

Ahok sebut Sunny tak ikut Ahok Center, tapi CDT Ahok. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Sunny Tanuwidjaja, orang yang dikabarkan dekat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ternyata sangat mengetahui dinamika internal timnya, temanAhok dalam Pilgub DKI 2017. Pernyataan ini langsung keluar dari mulut Ahok sendiri. Sunny saat ini dicekal KPK untuk bepergian keluar negeri.

"Aku pikir mungkin dia ikutin semua (dinamika temanAhok) tapi enggak terlibat langsung," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (7/4).

Ahok mengaku telah mengenal Sunny sejak 2009 dan tengah menyelesaikan disertasi gelar doktoralnya di Department of Political Science, Northern Illinois University, Amerika Serikat.

Selain itu, ada kabar beredar bahwa Sunny sempat terlibat dalam Ahok center, relawan Joko Widodo-Basuki dalam Pilgub DKI 2012, Ahok pun menampiknya. Menurut Ahok, Sunny tidak terlibat di Ahok Center, melainkan di Center for Democracy and Transparency (CDT).

Sunny, lanjut Ahok, adalah Direktur Eksekutif CDT sejak dirinya memilih mundur dari lembaga kajian dan riset opini publik itu sampai saat ini. CDT sendiri adalah lembaga kajian dan riset opini publik bentukan Ahok yang bergerak saat momen pemilihan umum di tingkat nasional, dan pemilihan di daerah-daerah.

CDT didirikan Ahok pada 2007 silam, dan mempromosikan bakal cagub dan cawagub Ahok-Eko Cahyono dalam Pilkada Provinsi Bangka Belitung, meskipun gagal. CDT pun memiliki slogan yang sama dengan inisial Basuki, yaitu BTP, bersih, transparan, dan profesional.

"Bukan Ahok center, CDT. Jadi, karena dia mau doktor, waktu itu kan saya lepas, enggak boleh lagi pegang yayasan. Aku kasih ke mereka, aku lepas," terang Ahok.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan nama Sunny ke Direktorat Jendral Imigrasi untuk dicegah bepergian ke luar negeri. Pencegahan tersebut terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pembahasan Raperda zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan Raperda tata ruang strategis Jakarta Utara.

Selain Sunny, KPK juga mencekal direktur PT Agung Sedayu Group, Richard Halim Kusuma. Pencekalan dilakukan untuk enam bulan ke depan terhitung sejak 6 April. Tujuannya adalah jika penyidik membutuhkan keterangan, keduanya sedang tidak berada di luar negeri.

"Untuk kepentingan penyidikan, pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang ini berkaitan dengan penanganan perkara suap Raperda zonasi di DKI Jakarta. Itu terhadap Sunny Tanuwidjaja kemudian Richard Halim Kusuma ini adalah Direktur PT Agung Seday Group. Sunny staf khusus gubernur DKI," Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di KPK, Kamis (7/4).

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP