Ahok: Pembangunan RSUD Pasar Minggu tunggu sinyal DPRD

    Reporter : Nurul Julaikah | Jumat, 5 April 2013 15:52




    Ahok: Pembangunan RSUD Pasar Minggu tunggu sinyal DPRD
    Ahok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

    Merdeka.com - Pembangunan RSUD di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menunggu hasil Pansus DPRD DKI Jakarta. Pasalnya, apabila legislatif menyetujui maka akan langsung dibangun.

    "Lagi nunggu. Kalau lolos kita langsung bangun. Kita minta cepat," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/4).

    Ahok berkeyakinan DPRD akan meloloskan, sebab saat ini lagi masa kampanye sehingga legislatif tidak akan menyia-siakan kesempatan. "Iyalah. Kalau gak lolos, gak bisa dipilih orang tahun 2014. Ini masa kampanye loh," katanya.

    Untuk diketahui, pembangunan tersebut berjalan lambat karena terjadi tarik menarik mengenai pembiayaan yakni dana obligasi dan APBD. Sebab, pemerintahan Jokowi-Ahok menginginkan APBD.

    "Gak tahu. Enggak ada obligasi-obligasi lah. Pinjem Rp 1 triliun saja belagu banget. SILPA nya sampai Rp 10 Triliun. Kalau ada yang minjemin Rp 100 triliun mau," terangnya.

    Politisi Gerindra ini mengaku tidak alergi dengan dana pinjaman. Namun, selama masih mampu membiayai sendiri, maka tidak diperlukan untuk meminjam.

    "Minjem itu kan ada biaya, semua itu butuh biaya. Artinya kita memboroskan uang. Beda halnya kalau kita tidak cukup uang. Artinya kalau kita bisa memanage dengan baik anggaran kita, kita gak perlu pinjem uang," jelasnya.

    Pasalnya, saat ini Ahok mengaku ada pemasukan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kemudian pajak online ada tambahan PAD sebesar 25-30 persen. Selain itu, menaikkan pajak reklame LED, sehingga orang dapat membayar pajak per durasi dan meningkatkan pendapatan pajak reklame enam kali lipat.

    Selain itu, akan menaikkan NJOP di kawasan perumahan elit, tetapi NJOP yang untuk rumah susun, jalur hijau, pendidikan, kesehatan, yayasan dapat diturunkan. PBB ini dapat bertambah Rp 1,2 triliun tahun ini, dengan cara orang yang NJOP di bawah Rp 2 miliar turun.

    "Kalau ada SILPA karena kelebihan tagihan ya tidak apa-apalah. Kita maafkan. Kalau SILPA karena tidak bisa pakai duit ya kita marahin," katanya.

    [did]
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Jokowi Ahok

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    Komentar Anda


    Be Smart, Read More
    Back to the top

    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Tren hakim di 2014: Doyan selingkuh setelah tunjangan naik
  • Para istri anggota DPRD mau ajak suaminya blusukan keliling DKI
  • Pesawat Hercules akan angkut 1.000 TKI ilegal di Malaysia
  • Ketua DPD kesal lihat konflik di Golkar dan PPP
  • KPK kembali periksa Rizal Ramli soal SKL Sjamsul Nursalim
  • Klub angkot MFC Ultah, jalur ke Puncak macet total hingga 12 KM
  • Jupe ungkap kanker serviks bisa menular dari pipis berantakan
  • Kontrol emosi dan amarah dengan 6 cara jitu ini
  • Ini jet amfibi yang bakal dibeli Jokowi buat perangi kapal asing
  • Lance Bass 'N Sync resmi menikah dengan Michael Turchin
  • SHOW MORE