Ahok minta penduduk ilegal di Danau Ria Rio, Polumas digusur

Reporter : Nurul Julaikah | Senin, 27 Mei 2013 16:01

Ahok minta penduduk ilegal di Danau Ria Rio, Polumas digusur
Demo Gusuran. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta akan membangun rusun dan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Ria Rio, Polumas, Jakarta Timur. Proyek ini akan dikendalikan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Wakil Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama , meminta PT Jakpro melakukan negosiasi dengan PT Pulomas Jaya, sebagai pemilik lahan. Termasuk soal sebagian lahan milik perusahaan itu yang ditempati warga ilegal.

"Kita arahannya tidak boleh dibiarkan lahan disewakan, semua lahan harus bisa disewakan. Termasuk lahan 4 hektare yang diduduki warga ilegal. Jakpro harus profesional, biasa kerja sama dengan Ancol," kata pria yang akrab disapa Ahok ini di Balai Kota Jakarta, Senin (27/5).

Lahan itu awalnya memiliki luas 8 hektare. Seluas 4 hektare sudah dibebaskan pihak PT Polumas. Tapi, 4 hektare lagi masih diduduki warga dan Ahok meminta kendala itu segera dicari jalan keluarnya, agar proyek RTH bisa segera dibangun.

"Kita minta dibebaskan, tapi kalau belum bisa bebas, karena rusun belum siap uang ganti rugi belum ketemu kita kerjakan dulu yang sudah bebas agak di belakang, jadi yang apa adanya dulu," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Jakarta Propertindo, Budi Karya, menegaskan siap menjalankan perintah Ahok .

"Arahannya sederhana tapi memang membawa suatu misi yang pada dasarnya Jakpro harus profesional, amanah dan sesuai kaidah-kaidah yang di mana kita berpijak pada suatu rel kejujuran dan memberikan arti bagi Pemda DKI," ungkap Budi.

[lia]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE