Ahok bantah tak bayar gaji penjaga pintu air Jakarta
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ( Ahok ) membantah belum membayar gaji petugas pintu air. Dia menyatakan, gaji petugas pintu air di Jakarta merupakan kewajiban Dinas PU Jakarta dan ada juga yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU.
"Pintu air mana? Lihat dulu, kalau punya kita, sudah kita gaji semuanya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (18/6).
Justru, lanjut Ahok , masalah gaji yang belum diselesaikan adalah petugas operator saringan sampah. Pasalnya, ada beberapa nama tak masuk dalam data.
"Yang belum itu operator saringan sampah yang tidak jelas namanya, kita periksa dulu nanti," katanya.
Sebelumnya diberitakan, petugas pintu air Perintis Kemerdekaan, Jakarta, kewalahan dengan sampah yang menumpuk. Selain itu, penggunaan backhoe juga dihentikan karena tak ada anggaran untuk mengoperasikan alat berat tersebut.
Kepala Pintu Air Perintis Kemerdekaan, Mamat (42) mengaku kewalahan karena membersihkan sampah secara manual. Apalagi sudah tiga bulan terakhir gajinya tak dibayarkan Pihak Pemprov DKI Jakarta.
"Bagaimana tidak menumpuk, kita membersihkan secara manual, volume sampah terus meningkat kalau hujan terakhir turun terus," ujar Mamat kepada merdeka.com di lokasi, Jakarta, Selasa (18/6).
Penggunaan alat berat Backhoe sudah dihentikan sejak bulan April kemarin. Petugas mengaku sangat berpengaruh dengan volume sampah yang terus meningkat setiap harinya.
Salah satu petugas, Wanto (28) mengeluhkan gajinya yang tiga bulan tidak dibayarkan membuat. Dirinya harus berhutang kepada warung langganannya untuk mendapatkan makan.
"Mohonlah gaji kita dibayarkan, soalnya utang sudah menumpuk, keluarga kita juga bagaimana nasibnya," keluh Wanto sambil tertawa. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya