6 Kekurangan PRJ tandingan di Monas

Reporter : Dedi Rahmadi | Senin, 17 Juni 2013 07:30

PRJ Monas.

4.
Kurang toilet

Merdeka.com - Ratusan warga Jakarta meluangkan waktunya untuk menyerbu Pekan Raya Jakarta (PRJ) 'tandingan' ala Jokowi-Ahok yang digelar dan dibuka di Lapangan Monas. Selain suasana ramai dan tingginya antusias warga, namun sejumlah pengunjung mengaku kecewa.

Tak hanya suasana panas dan ruang pameran yang sempit, pengunjung juga kesulitan untuk mendapatkan akses mendapatkan kamar kecil atau toilet. Salah satunya adalah penuturan warga Jakarta Barat, Siti Romlah (42). "Kita sudah muter-muter cari toilet susah banget. Tidak ada petunjuknya, tidak ada panitia pengarahnya," ujar Siti di lokasi.

Siti yang mengajak rombongan keluarganya ini mengaku kecewa dengan sulitnya akses mencari toilet. "Katanya di dekat panggung ada, tapi saya cari enggak ketemu. Gimana sih Pak Jokowi ini, masak enggak disediain," katanya dengan kesal.

Bukan hanya Siti, Nugroho yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini juga merasakan hal yang sama. Seharusnya fasilitas toilet lebih diperhatikan lagi. "Seharusnya panitia bersama dinas kebersihan berkoordinasi dengan baik. Kalau seperti ini membuat pengunjung kecewa berat. Sehingga untuk membuat brand pesta rakyat di Monas akan berdampak buruk," jelasnya.

Ironisnya, berdasar pengamatan di lokasi, hanya dua titik fasilitas toilet. Satu toilet VIP dan satu lagi toilet mobil untuk umum. Hal ini tentu tak sebanding dengan jumlah pengunjung yang datang. Terlihat, antrean di toilet tampak mengular.

Tak berhenti pada fasilitas toilet yang minim, lampu penerangan di dalam ruang pameran, sebagian juga kurang penerangan cahaya lampu. Pada bagian pintu masuk ruang stand, berderet-deret usaha kecil dan menengah yang menjajakan dagangannya. Karena kurang lampu, membuat gelap ruangan.


[ded]

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE