Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Muncul Penusukan Bermodus Petugas Sensus di Bogor, Begini Faktanya

Muncul Penusukan Bermodus Petugas Sensus di Bogor, Begini Faktanya Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang wanita berinisial T (20) asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi korban penusukan di rumahnya sendiri di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kamis (20/10). Menurut keterangan korban, pelaku merupakan orang tidak dikenal (OTK) yang menyamar sebagai petugas sensus penduduk.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Darmawan, Jumat (21/10) membenarkan peristiwa yang menimpa T itu, dengan waktu kejadian yang berlangsung pukul 08.00 WIB pagi.

"T ditusuk oleh orang tidak di kenal sekitar pukul 08.00 WIB pada Kamis (20/10) di rumahnya," kata Darmawan, dirujuk dari ANTARA

Berpura-pura Meminta KK dan KTP

012 hikmah wilda amalia

©2015 Merdeka.com

Darmawan menjelaskan, ketika kejadian, korban T sedang berada seorang diri di rumah. Di saat yang bersamaan, seorang pria yang mengaku sebagai petugas sensus tiba-tiba datang dan berpura-pura meminta KK dan KTP milik keluarga T.

Kemudian pelaku tiba-tiba mengikuti T saat dirinya mencoba menghubungi orang tua melalui telepon, dan langsung melakukan pemukulan hingga penusukan.

"Saat itu korban T ini mencoba menghubungi orang tuanya melalui telpon dari dalam rumah, namun pria yang mengaku sebagai petugas sensus tersebut masuk ke dalam rumah dan langsung melakukan pemukulan," terangnya.

Ditusuk di Bagian Perut

Korban T diketahui ditusuk di bagian perut, dan sebelumnya sempat melakukan perlawanan. Usai berhasil menusuk T, pelaku langsung melarikan diri. "Diketahui dari korban bahwa pelakunya menggunakan masker dan topi kupluk, jadi korban tidak mengenalinya," kata Kompol Darmawan.

T langsung dilarikan ke rumah sakit FMC Sukaraja oleh tetangganya yang mendengar suara korban merintih. Hingga Jumat sore, korban masih mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. "Kami bersama Satuan Reskrim Polres Bogor pun langsung bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penusukan tersebut," ujar Kompol Darmawan.

Petugas Resmi Dilengkapi Identitas

Menanggapi ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, Gandari Adianti Aju Fatimah meminta masyarakat agar lebih berhati-hati saat menerima kunjungan dari pihak-pihak yang mengaku sebagai petugas sensus.

Menurutnya, setiap petugas sensus akan dilengkapi dengan atribut resmi seperti tanda pengenal (name tag), termasuk surat tugas dari lembaga resmi. "Masyarakat harus memastikan dulu bahwa yang datang mengetuk pintu itu petugas sensus Regsosek 2022 atau bukan. Petugas kita punya name tag-nya, kemudian juga menggunakan ransel-ransel berwarna hitam," kata Gandari.

Disebut Gandari, jika saat ini BPS Kabupaten Bogor memang sedang melakukan sensus sosial ekonomi melalui Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 pada rentang waktu 15 Oktober - 14 November 2022. Dari situ, sebanyak 9.209 petugas dari BPS ditarget melakukan sensus kepada 1,7 juta kepala keluarga (KK) yang berdomisili di Kabupaten Bogor. "Tujuannya, kita akan mendata seluruh penduduk dan output-nya adalah pemeringkatan jumlah penduduk secara kesejahteraan," terang Gandari.

Sampai berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti motif dari pelaku yang berhasil melarikan diri itu.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP