Petani garam terpuruk, harga garam idealnya lima puluh ribu per kuintal

Penulis: Fatkhul Muin
Jumat, 12 April 2013 22:35:48
Petani garam terpuruk, harga garam idealnya lima puluh ribu per kuintal
Kategori Peristiwa





Demak-

Harga garam krosok yang saat ini ambruk dinilai Busri (45) pengepul garam asal desa Kedungmutih adalah permainan pedagang kelas tinggi. Melihat harga garam impor yang masih di level Rp 100 ribu mestinya harga garam krosok local laku separuhnya. Namun saat ini harga garam ditingkat petani paling mahal Rp 25 ribu itupun kualitas super. Untuk garam krosok kualitas umum hanya dihargai Rp 15 ribu u2013 20 ribu setiap kwintalnya.

u201c Meski saya pengepul namun saya juga menggarap tambak garam sehingga melihat harga garam yang terus merosot saya kasihan pada petani garam. Mestinya garam krosok local harganya minimal Rp 50 ribu setiap Kwintalnya karena melihat harga garam impor yang masih tinggi sekitar Rp 100 ribu perkwintal u201c, kata Busri pada Warta Demak.

Menurut Busri petani garam di kabupaten Demak ini rata-rata mempunyai simpanan garam , sehingga stok garam ditingkat petani masih banyak. Harapan mereka harga bisa beranjak naik seperti musim garam tahun yang lalu. Namun meski telah ditunggu 4-6 bulan harga garam masih bertahan dan cenderung turun karena permintaan yang tidak begitu banyak

Padahal pada musim panen tahun yang lalu harga garam pernah mencapai Rp 45 u2013 55 ribu perkwintalnya . Sehingga harga itu terus turun hingga usai panen raya harga bertahan Rp 30 u2013 35 ribu setiap kwintalnya. Ketika itulah para petani mulai memasukkan garamnya ke dalam gudang ,dengan harapan usai panen raya harga bisa naik lagi seperti awal panen.

u201c Tetapi harapan mereka saat ini kandas sudah meski musim garam akan dimulai lagi harga garam tidak naik malah justru melorot terus. Bagi yang membutuhkan uang dengan cepat mereka terpaksa melego garamnya dengan harga murah. Sebagian yang mampu bertahan karena mempunyai uang untuk biaya hidup mereka tahan garam u201c, tambah Busri.

Untuk mengatasinya Busri yang telah lebih 15 tahun berkecimpung dalam bisnis garam krosok ini mengatakan , pemerintah harus turun tangan mengatur tata niaga garam seperti halnya harga gabah atau beras. Mestinya pemerintah membuat harga patokan khusus untuk garam yang dihasilkan oleh para petani untuk kualitas A harga sekian, Kualitas B sekian dan Kualitas C sekian.

u201c Agar nasib petani garam tidak kian terpuruk semestinya pemerintah harus mengatur tata niaga garam ini. Jika tidak kehidupan petani garam akan kembali kelam seperti dulu u201c, tambah Busri. (Muin)


Artikel ini ditulis oleh : Fatkhul Muin

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis.
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


 

Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM
LATEST UPDATE
  • Kamar dijaga polisi, Tessy tak ditemani keluarga?
  • Setya Novanto: Kami belum ada rapat soal gedung baru DPR
  • Demi Jokowi Adalah Kita, Ben Joshua 'nyepi' dari FTV
  • Hi serem... Seperti ini nih make up halloween ala Taeyeon SNSD
  • Kasus korupsi Transjakarta, Direktur PT Sapta jadi tersangka
  • Hafidz Al Quran Indonesia dapat perhatian Imam Masjidil Haram
  • Muktamar PPP diskors, peserta bersalawat dan bernyanyi
  • Bersihkan pikiran setelah seharian bekerja dengan 7 cara ini
  • Banting balita sampai tewas, lelaki China ini dihukum mati
  • Hamil tua, intip penampakan perut besar Alicia Keys
  • SHOW MORE