Mengirim doa kepada arwah leluhur di bulan Ruwah

Penulis: Fatkhul Muin
Senin, 24 Juni 2013 16:04:15
Mengirim doa kepada arwah leluhur di bulan Ruwah
Kategori Peristiwa





Saat ini kita berada di penghujung bulan Sya'ban atau orang Jawa mengenalnya sebagai bulan Ruwah. Dan pada bulan ini ada tradisi yang kelestariaannya sampai sekarang dan masih dijalankan terutama di daerah pinggiran atau pedesaan.

Orang mengenalnya sebagai tradisi Ruwahan atau Arwahan yaitu tradisi yang berkaitan dengan pengiriman doa kepada arwah orang-orang yang telah meninggal dengan cara di doakan bersama dengan mengundang tetangga kiri kanan yang pulangnya mereka diberi berkat sebagai simbul rasa terima kasih .

Oleh karena itu jika bulan Ruwah tiba pasar-pasar tradisional akan kebanjiran order untuk selamatan Ruwahan, diantaranya beras , bumbu-bumbu, lauk semuanya laris untuk kebutuhan selamatan Ruwahan

Entah kapan mulainya, beberapa warga desa yang ditemui tidak dapat menjelaskan karena mereka ada tradisi itu telah ada dan selanjutnya terus diadakan sampai mereka punya anak dan cucu.

Sehingga jika bulan Ruwah tiba di desa-desa pesisir utamanya Demak dan Jepara setiap harinya pasti ada warga yang mengadakan selamatan dalam rangka mengirim doa kepada para leluhurnya.

Baik ibu, bapak, mbah, buyut dan diatasnya lagi. Biasanya yang di undang adalah tetangga kiri kanan dengan pimpinan doa modin atau kyai yang dituakan di desa itu, adapun bacaan yang dibaca umumnya adalah tahlil .

Namun satu dua warga ada juga yang mengawalinya dengan acara Khotmil Quran dengan mendatangkan hafid atau hafidoh. Khotmil Quran itu dengan niatan pahalanya di kirimkan pada ahli kubur yang telah mendahuli mereka, agar di dalam kuburnya mendapatkan ketenangan, kemudahan dari siksa kubur.

"Memang bulan Ruwah bagi masyarakat di desa kami sebagai buan untuk mengirim doa arwah leluhur yang telah mendahului dengan cara mengadakan selamatan mengundang tetangga kanan kiri. Pahala dari bacaan tahlil tersebut ditujukan untuk para arwah," ujar Mashuri (52) warga desa Kedungmutih yang mengadakan acara Ruwahan belum lama ini.


Artikel ini ditulis oleh : Fatkhul Muin

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis.
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


 

Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

SHOW MORE
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM
LATEST UPDATE
  • Niat nikahi siri gadis di bawah umur, duda anak satu dipolisikan
  • Pemerintah tak tahu nominal kerugian negara akibat mafia migas
  • Golkar siap lawan Menko Polhukam jika dilarang Munas di Bali
  • Ahok kesal revitalisasi Pasar Benhil tak kunjung selesai
  • Sudah sebulan gas 3 Kg langka di Yogyakarta
  • Kenaikan harga BBM subsidi bikin pasar flora dan fauna DKI lesu
  • Siang bolong, siswi SMA melahirkan sendiri di kebun warga
  • Raul Gonzales temukan orok ngambang di kali saat sedang mancing
  • Ibu-ibu blokir jalan masuk PT Semen Indonesia di Rembang
  • Pembelaan Menteri ESDM soal harga BBM di Papua Rp 70.000/liter
  • SHOW MORE