Tradisi khataman Al-Quran keliling

Penulis: Fatkhul Muin
Selasa, 6 Agustus 2013 11:07:55
Tradisi khataman Al-Quran keliling
Kategori Gaya





Ramadhan bagi warga desa Kedungmutih adalah bulan untuk memuliakan Al Quran. Selain menggelar kegiatan tadarus massal di masjid dan puluhan musala. Ada juga acara khataman Al Quran keliling dari masjid hingga ke musala-musala yang ada di desa Kedungmutih.

"Wah kalau ditanya sejak kapan acara itu di gelar saya tidak tahu. Saya masih kecil hingga sekarang acara hataman Al Quran keliling itu sudah ada," kata Muslihkan tokoh masyarakat desa Kedungmutih Demak.

Muslikhan mengatakan acara khataman Al Quran diawali di Masjid Jami Baitul Makmur rutin setiap tanggal 17 Ramadhan. Acara itu di kemas dengan peringatan Nuzulul Quran sebagai tonggak diturunkannya Al Quran.

Pada acara itu selain kegiatan membaca Al Quran 30 Juz bersama-sama. Juga ada pemberian mauidoh hasanah oleh para kiai atau Ustadz. Kegiatan diakhiri dengan selamatan atau makan bersama-sama.

"Biasanya untuk kegiatan hataman itu ditanggung bersama-sama oleh kaum masjid atau musala," kata Muslikhan.

Setelah masjid mengadakan acara khataman, malam selanjutnya jatuh pada musala-musala yang ada di desa Kedungmutih. Jumlah musala yang ada di kedungmutih ada sekitar 15 yang tersebar di seluruh wilayah.

Mengingat waktu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Maka setiap malam tidak cukup satu musala yang mengadakan kegiatan hataman. Oleh karena itu ada satu malam yang digunakan khataman di dua tempat.

"Kegiatan hataman merupakan tradisi sejak lama dan melibatkan seluruh warga desa. Sehingga jika pertengahan bulan Ramadhan ini warga sudah mempersiapkan kegiatan Khotmil Quran ini," kata Haji Yusuf Ketua pengurus Masjid Jami Baitul Makmur.

Uniknya menurut Yusuf, kegiatan Khotmil Quran ini juga melibatkan anak-anak. Sehingga jika musim khotmil tiba anak-anak setiap malam bergerilya dari musala satu ke musala lain. Tanpa undanganpun mereka mendatangi kegiatan hataman itu.

"Untuk orang tua biasanya ada undangan khusus yang disampaikan. namun untuk anak-anak tanpa undanganpun mereka hadir. Selain mendapatkan makan juga ada berkat," tambah Yusuf.


Artikel ini ditulis oleh : Fatkhul Muin

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis.
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya



Komentar Anda


BE SMART, READ MORE

TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM
LATEST UPDATE
  • Komnas HAM minta rekaman CCTV Jessica racuni Mirna dibuka ke publik
  • Hadir Mukernas PKB, Jokowi seperti ada di Ikatan Gus Gus Indonesia
  • Cak Imin minta Mendagri naikkan gaji DPRD yang cekak
  • Komisi I DPR ragu soal data BIN yang dibocorkan media Australia
  • Diperiksa KPK 8 jam, Nazar akui ada aliran uang ke Fahri & Muhaimin
  • Cak Imin: Persaingan global tak boleh matikan usaha dalam negeri
  • Dukung Jokowi, PKB usung tema 'Holopis Kuntul Baris'
  • Kisruh belum juga reda, PPP masih bingung jalankan agenda nasional
  • Bantah ada kepentingan, Jaksa Agung bakal usut tuntas kasus mobile 8
  • PKB ingin Pilkada Provinsi dipilih DPRD, ini alasannya
  • SHOW MORE