MERDEKA.COM » IREPORTERS

Perbedaan dan persamaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan

Penulis: rendy yulianto
Senin, 3 Juni 2013 15:04:29
Perbedaan dan persamaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan
Kategori Gaya






Sebagian dari kamu mungkin merasa terlecehkan inteligensinya dengan membaca judul artikel ini. "Bah, cetek banget soal beginian saja kok dibahas?" Tapi sebagian lagi, mungkin justru merasa tercerahkan, karena ternyata ada orang-orang yang gak bisa membedakan kedua candi ini. Mungkin karena sibuk Go International, jadi gak sempet memperhatikan konten lokal. Atau karena bagi mereka candi hanyalah tumpukan batu dari masa lalu. Mungkin aja. Tapi karena kami baik hati, dan kurang kerjaan, berikut ini kami sajikan perbedaan dan persamaan paling mendasar, yang tidak perlu seorang ahli sejarah dan arkeologi untuk menjelaskan, antara kedua candi ini.

Perbedaan

1. Bentuknya

Borobudur 'lebih gendut'. Kalau dilihat dari atas, Borobudur ini bentuknya kayak mandala gitu, kalo dari depan bentuknya seperti stupa. Tau stupa dong ya? Yang bentuknya kayak lonceng gitu. Kebangetan kalau enggak tahu mah.




Ini namanya Candi Borobudur

Prambanan lebih langsing. Bentuknya melengkung kayak sarang lebah gitu, dan ada tingkat-tingkat kecilnya. Jenis arsitektur candi Hindu kuno yang disebut Vesara.




Ini namanya Candi Prambanan

2. Agamanya


Borobudur, Candi Buddha Mahayana
Prambanan, Candi Hindu

3. Wangsa/Dinastinya

Borobudur, Syailendra.
Prambanan, Sanjaya

Persamaan

Dibangunnya sama-sama pada abad ke 9. Eh apa duluan Borobudur ya? Pokoknya mereka barengan lah kira-kira, karena wangsa Syailendra yang menganut Buddha Mahayana dan Sanjaya yang menganut Hindu itu tetanggaan dan saling bertoleransi. Eh apa mereka saling membangun kedua candi ini untuk saing-saingan ya?Hahaha. Enggak tahu juga, tapi pokoknya mereka dibangun pada sekitar masa yang sama.

1. Terbengkalainya

Secara posisinya deketan dan sama-sama di kaki gunung Merapi, jadi pada sekitar abad ke 10 atau 11 gitu, ketika Merapi erupsi dan ada gempa bumi juga, kontur tanah di sekitar situ berubah sehingga kedua candi ini tertimbun. Selain itu, ketika itu Islam mulai masuk dan memudarkan kedua dinasti ini dari Jawa. Lokasi kedua candi ini pun dimodif sedemikian rupa dalam cerita rakyat agar tidak ada yang berani mendekati. Borobudur misalnya pada masa kesultanan Jogjakarta, dianggap tabu dan tidak boleh didekati karena membawa kutuk. Sementara Prambanan, pada masa kesultanan Mataram dianggap sebagai jelmaan Loro Jongrang yang menolak menikahi Bandung Bondowoso yang sudah bersusah payah membangun ribuan candi dalam semalam untuk si Loro. Padahal sebetulnya kedua candi ini hanyalah tempat ibadah biasa. Tapi ya gitu deh, politik propaganda, biar gak ada yang kembali ke agama awal lagi.

2. Tempat Ibadah

Ya kayak kami bilang tadi diatas, kedua candi ini adalah tempat ibadah dari kedua agama tersebut. Si Prambanan untuk memuja Trimurti (Siwa, Wisnu, Brahma) sedangkan Borobudur menyimbolkan 'alam' dalam kosmologi Budhist, yaitu Kamadatu (alam segala keinginan dan hasrat), Rupadatu (alam segala bentuk dan rupa), Arupadatu (Alam niskala, euh apa ya terjemahan bebasnya, dunia maya? Alam tanpa kemelekatan bentuk? Gitu deh pokoknya). Jadi kalau kamu iseng meratiin reliefnya Borobudur itu sebetulnya ada ceritanya, semacam kitab suci gitu lah. Tapi instead of nulis di daun lontar, mereka memahatnya di batu Andesit. Keren banget!

Yah gitu deh. Jangan sampai salah ya kayak gini yah.



Artikel ini ditulis oleh : rendy yulianto

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis.
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : bebekocan

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


 

Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Anang ikut sumbang suara di Syukuran Rakyat Jokowi
  • Kawal Jokowi dari pagi, Paspampres mengaku capek
  • Malam ini, JK mendadak ke Istana temui Jokowi
  • Airin berharap Jokowi gagas badan pengelola Jabodetabek
  • Listrik 8 kabupaten padam, dari Yogya sampai Purwokerto
  • Beli rumah baru, Lady Gaga habiskan Rp 288 Miliar
  • Jokowi: JK tak ikut ke Monas karena ada acara dengan Boediono
  • Heboh Jokowi salaman dengan warga lewat pagar istana
  • Pencuri modus pecah kaca ditembak mati di Bekasi
  • Ini cerita sopir taksi Siti Bugiah dapat tumpeng pertama Jokowi
  • SHOW MORE