Merdeka.com tersedia di Google Play


5 Makanan yang tidak boleh Anda lewatkan di Sulawesi Selatan

Penulis: tya
Selasa, 21 Mei 2013 19:46:06
5 Makanan yang tidak boleh Anda lewatkan di Sulawesi Selatan
Kategori Gaya




Berkunjung ke Tana Toraja dan Makassar selama kurang dari seminggu memang tidak cukup untuk menikmati kekayaan kuliner Sulawesi Selatan, khususnya kuliner di daerah terkenal seperti di Makassar, Enrekang dan Tana Toraja.

Tapi setidaknya, waktu sedikit itu harus dimanfaatkan untuk membiarkan lidah mendapatkan citarasa lain di Pulau Celebes ini. Ada 5 makanan yang begitu menarik perhatian dan pastinya tidak boleh dilewatkan ketika Anda berkunjung ke Sulawesi Selatan

1. Kerupuk Dangke

Danke atau yang sering disamakan dengan keju Eropa ini adalah produk olahan yang paling terkenal di Kabupaten, Enrekang. Dangke terbuat dari susu sapi yang dicampur dengan garam pepaya dan buah nanas kemudian direbus. Dangke juga bisa diolah menjadi kerupuk.Kerupuk yang dihasilkan ini rasanya manis gurih dan tentunya sehat.

Sulit memang menemukan kerupuk ini di luar Enrekang, namun kini beberapa pejabat daerah Enrekang mulai memberikan bantuan dana dan kesempatan untuk usaha kecil pembuatan dan pemasaran Dangke lebih berkembang. Hasilnya, bukan hanya orang Enrekang, Sulawesi atau Indonesia yang bisa terpikat Danke. Bahkan negara-negara seperti Jepang, Cina dan negara tetangga lainnya tak mau kalah menikmati gurihnya Dangke. Kerupuk Dangke dijual dengan harga berkisar Rp 15.000 hingga Rp. 30.000 sesuai kemasan, sedangkan untuk Dangke yang mirip keju, wisatawan biasaya jarang menemukannya kecuali di tempat-tempat tertentu atau memesannya secara khusus.



2. Pa'piong

Pa'piong adalah satu masakan khas Tana Toraja yang jangan Anda lewatkan. Selain dimasak dengan cara yang unik, pa'piong juga memakai bahan-bahan yang tidak biasa. Ada tiga jenis pa'piong yang disantap orang toraja, yaitu ayam pa'piong, babi pa'piong dan kerbau pa'piong. Bahan dasar pa'piong tergantung juga dengan nama pa'piong tersebut. Dalam kesempatan lalu saya berkesempatan menyantam ayam pa'piong.

Sekilas saya lihat proses pembuatannya, yaitu daging ayam beserta bumbu-bumbu seperti sayur, garam, jahe dan bawang putih dicampur lalu dibungkus dengan daun pisang. Kemudian dimasukan ke dalam bambu, bambu-bambu itu dan dibakar. Alat pembakaran yang mereka gunakan juga tediri dari beberapa kayu penyangga yang bisa dibongkar pasang.

Selain itu sayur yang digunakan terbilang tak biasa, saat itu ayam pa'piong yang saya makan dihidangkan dengan irisan batang pohon pisang yang diiris bersama potongan cabai. Selain itu rupanya pa'piong juga dicampur dengan sayur pengganti lainnya seperti bulunagko dan nagka muda. Pa'piong terasa amat nikmat ketika disantap dengan nasi panas dan teh manis atau kopi toraja bersama teman dan kerabat.



3. Coto Makassar

Coto atau soto Makassar tentunya sudah tidak asing bagi sebagian orang Indonesia. Coto ini memang khas dari Makassar yang bercita rasa kuat. berbeda dengan soto lainnya, bumbunya beraneka ragam serta berbahan dasar dari berbagai bagian sapi muali dari jeroan, lidah, paru dan juga daging. Coto ini biasanya disajikan dengan lontong atau ketupat kecil yang disebut dengan burasa. Saat menyantap makanan ini saya sebenarnya kurang puas karena selalu disajikan di dalam mangkuk kecil dan porsi yang sedikit.



4. Es pisang Ijo

Selain Coto Makassar, es pisang Ijo juga menjadi es yang paling sering dinikmati bukan hanya di Makassar tapi manisnya es ini telah meluas seantreo Indonesia. Es pisang Ijo adalah es yang terbuat dari campuran pisang yang diselimuti adonan tepung sagu berwarna hijau kemudian dicampur dengan es, bubur sum-sum dan sirop merah.

Nikmat es ini semakin bertambah jika disantap di siang hari. Selain menyegarkan es pisang ijo juga mengenyangkan apalagi di Makassar es jenis ini disajikan di dalam mangkuk besar.


'



5. Pisang Epe

Pisang epe atau pisang yang dijepit (epe) adalah kuliner yang harus masuk daftar kuliner Anda saat Anda pergi mengunjungi Makassar. Kuliner ini terbuat dari pisang kepok yang dipanggang kemudian dijepit dengan papan lalu diberi keju dan kuah beraneka rasa. Mulai dari coklat, keju, durian dan lainnya.

Lucunya, gerobak pedagang epe bisa ditemui di sepanjang pantai Losari dengan jarak yang amat berdekatan. Mungkin di sana adalah tempat yang dianggap paling asyik menyantap pisang epe karena ditemani semilir angin yang berhembus di pantai Losari. Sehingga para pedagang Epe berjajar di sepanjang jalan tersebut.


Artikel ini ditulis oleh : tya

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis.
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : penjelajah bumi manusia
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


 

Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top
{BOX_PIALA_DUNIA}
{BOX_KEMENTAN}
Speak Out
alat musik yang paling diminati??
  • drum
  • biola
  • piano
  • gitar
  • angklung

Speak Out
alat musik yang paling diminati??
  • drum
  • biola
  • piano
  • gitar
  • angklung

iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Alex Noerdin geram anak buahnya bak ayam sakit saat pelantikan
  • Pemakai jam tangan palsu tak bisa dipidana
  • The Amazing Spider-Man 2 Berjaya di Inggris
  • Pantau pembangunan Waduk Brigif, Jokowi naik ekskavator
  • Ditjen Pajak endus praktik ilegal vila asing di Bali
  • Pria pelantun 'Ada Apa Dengan Cinta' jadi anggota DPRD Banyumas
  • Menkum HAM pernah tergoda barang-barang palsu
  • Tentara masuk desa garap kampung terpencil & kawasan kumuh kota
  • Kenali 5 gejala diabetes pada wanita!
  • Usai kampanye Pileg, PDIP akui punya utang Rp 6,3 M
  • SHOW MORE