Penyelundupan Kayu Hitam di Selat Makassar Digagalkan

Sumber : | Kamis, 25 September 2008 18:21




Penyelundupan Kayu Hitam di Selat Makassar Digagalkan
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Kapal cepat Bea Cukai BC 9005 milik Kantor Wilayah Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur berhasil menangkap kapal kayu yang memuat kayu hitam (ebony) di perairan Selat Makasar.

Kayu Hitam yang berhasil dicegat pada waktu operasi 30 Agustus 2008 tersebut sebanyak lebih kurang 3 m3. Jika harga di pasaran diperkirakan per m3 sebesar Rp 30 juta, maka hasil tangkapan ini bernilai sekitar Rp 90 juta, demikian Kepala Kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Banjarmasin, Nasir Adenan di Banjarmasin, Kamis (25/9).

Menurutnya kayu hitam yang berasal dari daerah Palu ini berusaha diselundupkan ke Tawau, Malaysia.

Penyelundupan kayu ilegal ini melanggar Pasal 102 A huruf a Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan yaitu pengeluaran barang ekspor tanpa dilindungi dokumen, dengan hukuman pidana penjara minimal 1 (satu) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50juta.

Proses penyidikan terhadap hasil tangkapan ini dilakukan di KPPBC Pantoloan, Sulawesi yang merupakan kantor terdekat dari tempat tertangkapnya kapal kayu hitam ini.

Hasil tangkapan kayu kali ini melengkapi hasil tangkapan serupa sebelumnya sehingga selama kurun waktu Januari hingga September 2008 Petugas Patroli Bea Cukai BKO Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur telah berhasil melakukan penangkapan terhadap kapal kayu yang mengangkut kayu hitam tujuan Tawau sebanyak 6 kali.

Dengan total hasil tangkapan sebanyak lebih kurang 32,5 m3 dengan nilai sekitar Rp1 miliar.

Terhadap 5 (lima) kasus sebelumnya, sudah selesai proses penyidikan dan telah mendapat vonis di pengadilan Tarakan.

Selain itu, operasi Bea dan Cukai juga melakukan penyegelan sarana pengangkut yang tidak dilengkapi dokumen Kepabeanan.

Pada tanggal 15 September 2008, Petugas Patroli pada Kapal Patroli Cepat Bea Cukai BC 7001 di bawah kendali operasi (BKO) Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur telah melakukan penyegelan terhadap kapal-kapal di perairan Banjarmasin dan Sungai Barito yang belum dilengkapi dokumen kepabeanannya.

Dokumen kepabeanan itu baik berupa impor definitif maupun impor sementara sebagaimana diamanatkan oleh pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, yaitu Barang yang dimasukkan ke dalam daerah pabean diperlakukan sebagai barang impor dan terutang bea masuk.

Kapal-kapal tersebut adalah SPB Lampan, Tug Boat Bomas Jaya, Tongkang Pulau Tiga 3708 dan Tongkang Pulau Tiga 3456, tambahnya.

Sementara pada pada tanggal 18 September 2008, dilakukan penyegelan terhadap Floating Crane Bima Cakra di perairan Taboneo. Kapal ini juga belum dilengkapi dokumen impor.

Terhadap kapal-kapal yang disegel tersebut saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Penyidik Bea dan Cukai pada KPPBC Tipe A3 Banjarmasin.

Patroli dalam rangka meningkatkan ketertiban kapal-kapal dalam mematuhi peraturan kepabeanan akan dilakukan secara terus-menerus.

Hal ini juga membantu kepentingan perusahaan pelayaran nasional. Sebagaimana diketahui, pada tahun 2010, kapal-kapal yang melakukan kegiatan di perairan Indonesia sudah diwajibkan menggunakan bendera Indonesia.(kpl/rif)


KUMPULAN BERITA
# Indonesia# Internet

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya




{prev_next_news}


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Kronologi perampokan Satpam Unnes di Semarang
  • Buruh tewas di Bekasi sempat berkelahi dengan dua lelaki asing
  • Pensiun menteri & tak terpilih ke DPR, mau ke mana Roy Suryo?
  • 5 Mobil ini ampuh jadi magnet para wanita
  • 7 Bek tangguh yang 'gegerkan' bursa transfer musim ini
  • Jimly sarankan komisioner KPU negarawan, bukan tukang kritik
  • Buruh pabrik ditemukan tewas dengan kondisi terikat kabel
  • Mayat bayi tinggal setengah badan ditemukan di Arab Saudi
  • Gerebek pesta miras di Manado, polisi temukan panah wayer
  • BNN alih fungsikan lahan ganja dengan tanaman kakao
  • SHOW MORE