Kepala Perwakilan Kodam VII/Wirabuana di Jakarta Dibunuh Anak Buahnya

Sumber : | Kamis, 4 Mei 2006 22:37




Kepala Perwakilan Kodam VII/Wirabuana di Jakarta Dibunuh Anak Buahnya
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Setelah bekerja keras secara marathon selama kurang dari empat hari, tim gabungan dari Kodam VII/Wirabuana dan Polwiltabes Makassar, akhirnya membongkar misteri pembunuhan Kapten Umar, Kepala Perwakilan Kodam VII/Wirabuana di Jakarta yang terjadi Sabtu malam (29/04) di daerah Cipayung, Jakarta Timur.

Otak pelaku pembunuhan tersebut ternyata anak buahnya sendiri, Serka Karim, mantan anggota Kopassus yang dimutasi ke Perwakilan Kodam VII/Wirabuana di Jakarta, yang menyewa preman Kalijodo untuk menghabisi korban secara sadis.

Dua orang pelaku yakni Fatur Mustafa alias Yogi (33), warga Jl Maccini Gusung Setapak 12 dan Alwi (30), warga Maccini Gusung No.60 Makassar, ditangkap di kediaman mereka Kamis dinihari tanpa perlawanan oleh tim gabungan dari Kodam VII/Wirabuana dan Polwiltabes Makassar.

Kapolwiltabes Makassar, Kombes Pol Kurniawan mengemukakan, Kamis, kedua tersangka ini berhasil diciduk setelah Serka Karim, yang juga putera kelahiran Sulsel itu, diciduk tim POM Kodam V Jaya hari Rabu malam (03/05) di mess Kodam VII/Wirabuana Jakarta.

Dari para tersangka diketahui bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh tiga orang dan Serka Karim adalah dalangnya dengan motif hutang piutang. Salah seorang pelaku bernama Adnar alias Dondo hingga kini masih buron.

Kedua tersangka yang diciduk di Makassar itu menceriterakan bahwa pada hari Sabtu malam (29/04), atas instruksi Serka Karim, ketiga pelaku bertemu di Kalijodo untuk menyiapkan peralatan. Yogi bertugas memegang badik sedangkan Alwi memegang tali untuk menjerat leher korban.

Mereka kemudian bergerak ke Boker Cijantung dengan menggunakan taksi untuk bertemu korban dan Serka Karim yang juga meluncur ke tempat itu dengan menggunakan mobil korban.

Setelah bertemu di sebuah halte bus di Bokir, Serka Karim mengambil alih stir dari tangan korban, sedangkan ketiga pelaku yang sehari-hari menjadi preman di Kalijodo itu duduk di jok belakang.

Saat berada di atas jembatan tol di daerah Cipayung, Alwi kemudian menjerat leher korban dan Yogi menusuk korban berulang-ulang dengan badik ke bagian leher, dada dan perut korban.

Setelah korban tewas berlumur darah, para pelaku kemudian mengikat jasadnya di jok belakang mobil korban dan meninggalkan mobil itu di sebuah tempat di daerah Cipayung. Para pelaku kemudian menyewa taksi menuju Kalisari dan di tempat itu, Serka Karim memberikan upah kepada mereka masing-masing Rp2 juta lalu mereka berpencar.

Yogi dan Alwi kemudian meninggalkan Jakarta menuju Makassar dengan pesawat untuk bersembunyi, sedangkan Dondo (buron) dilaporkan menuju Semarang untuk membesuk anaknya yang sedang sakit.

Menurut Kurniawan, motif pembunuhan ini adalah masalah utang-piutang, dimana Serka Karim sakit hati sebab korban Kapten Umar hanya janji-janji melulu untuk melunasi utangnya.

Polisi kini mengamankan barang bukti berupa KTP para pelaku dan uang tunai Rp2 juta. Penyidik Polwiltabes Makassar juga telah menggelar reka ulang peristiwa di halaman Mapolwiltabes Makassar, Kamis petang dan kedua pelaku malam ini akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses hukum di sana. (*/lpk)


{prev_next_news}


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Guru ngaji di Palembang sodomi 2 murid SD di kamar mandi TPA
  • Digerebek warga, Andi yang tiduri ibu teman tak diproses hukum
  • Ditanya kapan nikahi Sophia Muller, ini respon Ariel
  • Dua orangutan tewas, Kebun Binatang Solo tingkatkan proteksi
  • Hamas dukung Palestina ajukan Israel ke Mahkamah Internasional
  • Warga Purwokerto rasakan hujan abu tipis dari Gunung Slamet
  • Kasus Andi yang tiduri ibu sahabat dilimpahkan ke Polres Jaktim
  • Lokasi wisata berebut dampak ekonomi Sail Indonesia
  • Cinta segitiga janda di Cikarang berujung 1 tewas dan dua luka
  • Banyaknya foto di Facebook adalah tanda orang neurosa
  • SHOW MORE