Merdeka.com tersedia di Google Play



Sidang Pilkada Lobar Dihujani Interupsi

Sumber : | Jumat, 5 September 2008 13:11


Sidang Pilkada Lobar Dihujani Interupsi
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Sidang lanjutan gugatan kandidat bupati pada Pilkada Lombok Barat (Lobar), Tuan Guru Haji (TGH) Muharrar Mahfuz di Pengadilan Tata usaha Negara (PUTN) Mataram, Jumat diwarnai hujan interupsi.

Dua saksi yang diajukan kuasa hukum tergugat masing-masing TGH Musleh Ibrahim pimpinan Pondok Pesantren Islahudini dan Ahmad Saihu anggota Panwas Lombok Barat, dihujani pertanyaan dari kuasa hukum penggugat dan selalu diwarnai interupsi.

Interupsi yang diajukan kuasa hukum tergugat Martayadi Cs karena menilai pertanyaan kuasa hukum, Johan Balumbang Cs bersifat menjebak ataupun kesimpulan.

Sebelumnya disebutkan TGH Muharrar yang didukung PKS NTB mengikuti Pilkada bupati Lombok Barat, gagal maju karena KPUD Lobar menyatakan syarat ijazah yang selama ini menjadi anggota DPRD NTB bermasalah.

Permasalahan ijazah menjadi polemik berkepanjangan, karena penggugat menilai dirinya telah memiliki ijazah SLTA sebagaimana dimaksudkan perundang-undangan yang berlaku.

Namun di sisi lain, KPUD Lobar menilai TGH Muharrar tidak memiliki ijazah SLTP tetapi hanya surat keterangan Depag RI yang digunakan bukan surat pengganti ijazah.

Kuasa hukum tergugat berpegang teguh pada prinsip mereka yang menyatakan yang disyaratkan UU dalam pencalonan kandidat bupati Lobar adalah ijazah bukan selembar kertas keterangan yang bukan pengganti ijazah.

Hakim tunggal PTUN Mataram, Salibi Hidayat Umar yang mengadili perkara berulangkali mengingatkan kepada kedua kuasa hukum agar tidak mengajukan pertanyaan yang menjebak atau berkesimpulan, karena kehadiran saksi dalam persidangan hanya menerangkan sejauh yang diketahui.

Selain itu, hakim juga terpaksa harus berulangkali mengingatkan pengunjung yang dipadati kader-kader Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) pendukung kuasa penggugat.

Setiap keterangan kedua saksi yang dinilai janggal karena tidak relevan dengan jawaban atas pertanyaan yang diajukan, pengunjung berteriak membuat suara gaduh di persidangan, sehingga hakim harus menghentikan.

Sidang lanjutan yang dihadiri massa PKS tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Mataram guna menghindari hal-hal yang tidak dikehendaki, meskipun persidangan terkesan "panas" namun berlangsung aman dan lancar.

Dalam persidangan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut, pertanyaan kuasa hukum penggugat yang mewakili TGH Muharrar Mahfuz menjurus hal-hal yang bersifat pribadi yang tidak relevan dengan persidangan.

Seperti apakah saksi mengetahui bahwa tergugat Ketua KPU Lombok Barat, Ust Hasanaen Juaini pernah menyatakan ijazah TGH Muharrar Mahfuz tidak bermasalah kalau diterima menjadi pasangan pada Pilkada bupati Lobar periode 2004/2013 mendatang.

Pertanyaan itu langsung diinterupsi kuasa hukum tergugat karena tidak ada relevansinya dengan materi ataupun pokok perkara yang disidangkan.

Di akhir persidangan hakim tunggal PTUN Mataram memberikan kesempatan terakhir kepada para pihak yang berperkara untuk mengajukan kesimpulan, meskipun kesimpulan masing-masing pihak bukanlah suatu kewajiban.

"Silahkan masing-masing kuasa hukum penggugat dan tergugat mengajukan kesimpulan selama persidangan yang batas waktu penyampaian dilaksanakan pada 10 September 2008, ada tidak ada kesimpulan persidangan pekan depan merupakan yang terakhir sebelum dijatuhkan vonis," demikian Hakim Salibi Hidayat Umar.(*/bee)


KUMPULAN BERITA
# Miss World 2013 Bali

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Miss World 2013 Bali, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Miss World 2013 Bali.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Jokowi: Kita mau dengan Golkar, tapi tak mau bagi-bagi menteri
  • Libur panjang Paskah, jalur Puncak macet 7 KM
  • Takut berita berskala internasional, penjagaan gereja diperketat
  • Jusuf Kalla pesimis koalisi partai Islam bisa terealisasi
  • Kasus sodomi JIS, polisi sita flash disk & SIM card milik Awan
  • Lumpuhkanlah Ingatanku dapat penghargaan, Geisha termotivasi
  • Salju longsor di Gunung Everest, sembilan orang tewas
  • Libur panjang, mal umbar potongan harga
  • Jokowi ungkap sosok cawapres impiannya di rumah dinas
  • Keluarga Shock dengar Awan sodomi bocah TK JIS
  • SHOW MORE